Berita

Prabowo Subianto saat silaturahmi lebaran ke kediaman Joko Widodo di Solo/Ist

Dahlan Iskan

Lebaran Prabowo

MINGGU, 23 APRIL 2023 | 05:15 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

Anda sudah tahu: Presiden Jokowi satu mobil dengan Capres PDI-Perjuangan Ganjar Pranowo. Dari Istana Batutulis ke Jakarta. Lalu satu pesawat kepresidenan dari Jakarta ke Solo. Salat idulfitri bersama di masjid baru Solo.

Yang Anda belum tahu: apa saja yang dibicarakan selama perjalanan berjam-jam itu. Dugaan saya: soal siapa calon wakil presiden. Salah satunya lagi: soal kelanjutan pembangunan. Dan entah apa lagi.

Satu-mobil-satu-pesawat-satu-masjid itu tidak perlu tafsir lagi. Jokowi menerima sepenuhnya pencalonan Ganjar oleh PDI-Perjuangan. Tidak lagi ada pikiran menduakan Ganjar dengan Prabowo Subianto.


Demikian juga Jokowi hadir ketika Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati mengumumkan Capres Ganjar di Istana Batutulis nun jauh setelah Puncak. Apalagi ikut memberi sambutan. Padahal Presiden Jokowi sudah telanjur pulang ke Solo. Untuk persiapan Lebaran di kota kelahiran.

Semua itu fakta bahwa Jokowi sudah kembali mantap dengan Ganjar.

Tinggal Jokowi menghendaki siapa yang jadi Cawapres.

Di medsos banyak yang mengusulkan Menko Mahfud MD. Terutama bila Indonesia ingin hukum lebih tegak. Tapi publik juga tahu Jokowi sangat menghendaki Menteri BUMN Erick Thohir sebagai cawapres.

Memang NU sangat mengharapkan Wapres dari NU lagi. Tapi Erick Thohir kini sudah dianggap NU. Ansor. Ia Banser. Bersertifikat pula. Pula, ia ketua panitia satu abad NU yang menggelegar.

Kalau Ganjar dan Erick berpasangan, dengan dukungan penuh Jokowi dan Megawati, maka kansnya begitu besar. Apalagi sudah mulai muncul kampanye: terpilihnya Ganjar nanti sudah sama dengan Jokowi tiga periode.

Maka tema pilpres ke depan benar-benar dua arah yang berbeda: lanjutkan (Ganjar) dan perubahan (Anies Baswedan).

Itu pun kalau Anies benar-benar  bisa maju jadi capres.

Di mana posisi Prabowo?

Prabowo menjadi sangat ditentukan oleh PKB. Begitu PKB meninggalkan koalisi dengan Gerindra, Prabowo tidak dapat kendaraan.

Partainya NU itu akan sangat realistis. Begitu melihat posisi Ganjar pasti terpilih PKB akan sekalian bergabung ke Ganjar. Kalau sampai itu terjadi maka NU bisa bulat ke Ganjar: struktural ikut Jokowi, kultural juga ikut Jokowi.

Nasdem pun bisa berubah pikiran. Kalau sampai Nasdem seperti itu maka PKS dan Demokrat senasib dengan Gerindra. Sama-sama tidak dapat memiliki satu kendaraan pencapresan.

Tapi Anda sudah tahu: politik itu sangat dinamis. Bisa saja tiba-tiba Gerindra bersatu dengan PKS dan Demokrat. Khusus untuk  membangun satu kendaraan capres. Lewat kendaraan baru itu Prabowo-Anies bisa maju. Atau Anies-Prabowo. Kalau sampai itu terjadi berarti sama lagi dengan Pilpres 2019.

Orang kini begitu kasihan pada Prabowo. Ternyata ditinggal begitu saja. Belakangan ini begitu sering Prabowo diberi angin surga. Bahkan pejabat kunci seperti Kepala BIN Budi Gunawan sudah begitu jelasnya mengatakan: sebagian aura Jokowi sudah pindah ke Prabowo.

Adakah Prabowo masih berusaha agar setidaknya jadi wapresnya Ganjar? Atau pertemuan empat mata dengan Presiden Jokowi kemarin itu membicarakan hal yang lain?

Semua itu tidak penting lagi.

Lebaran ini ternyata telah menjadi penanda kian jelasnya peta Pilpres 2024. Tidak lagi seabu-abu sebelum Lebaran. Rebutan Khofifah Indar Parawansa menjadi cawapres tidak relevan lagi.

Negosiasi setelah ini tinggallah mencari konsesi di tingkat kabinet. Pun bagi Golkar. Bergabung ke Gerindra pun tidak begitu ada harapan bisa memenangkan pilpres. Pun bila bergabung ke Anies Baswedan. Dalam posisi seperti itu Golkar pasti sekalian saja bergabung dengan yang sangat mungkin menang.

Maka pilpres ini sudah selesai. Yang punya masa (Jokowi-Megawati-Ganjar) bertemu dengan yang punya dana. Sempurna.

Orang seperti Luhut Panjaitan tentu juga menginginkan keberlanjutan. "Kalau semua program Jokowi dilanjutkan, tahun 2028 pendapatan perkapita rakyat Indonesia bisa di atas 7.200 dolar," katanya.

Maka Anies kini mendapat tantangan berat untuk meningkatkan elektabilitas. Agar partai pendukungnya, terutama Nasdem, tidak undur diri.

Anies juga harus siap dengan konsep: apakah bisa menjanjikan pendapatan perkapita setinggi yang disebut Luhut itu. Kalau mampu, bagaimana caranya.

Siapa tahu banyak juga pilihan yang lebih baik dari yang sudah pasti menang itu.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya