Berita

Gedung Kedutaan Besar AS di Sudan/Net

Dunia

Situasi Semakin Mencekam, Staf Kedutaan AS Sulit untuk Keluar dari Sudan

KAMIS, 20 APRIL 2023 | 09:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Meski telah memasuki hari ke-5, bentrokan antara militer dan paramiliter di Sudan semakin mencekam. Para staf Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Khartoum mengaku kesulitan untuk keluar dari negara itu.

Menurut salah satu staf kedutaan di Sudan, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Afrika Molly Phee, kondisi di negara yang mereka tempati terlalu berisiko untuk menarik semua stafnya dari Sudan, mengingat ratusan orang telah tewas dalam bentrokan tersebut.

"Departemen Luar Negeri akan melakukan penarikan jika mereka bisa, tetapi dengan pertempuran yang sedang berlangsung dan bandara ditutup serta rusak sebagian, saat ini itu bukan pilihan," kata Phee, saat memberi pengarahan kepada staf DPR dan Senat tentang krisis di Sudan.


Seperti dimuat CNN pada Kamis (20/4), para pejabat AS mengindikasikan Departemen Pertahanan, dan Departemen Luar Negeri sedang melakukan upaya mengeluarkan seluruh staf kedutaan, hingga warga negara mereka di sana yang membutuhkan bantuan untuk keluar dari negara tersebut.

Saat ini departemen luar negeri AS dikabarkan sedang melakukan kontak dengan pejabat Pentagon di negara tetangga, Djibouti, yang memiliki banyak aset militer di sana untuk melakukan operasi evakuasi itu.

"AS sedang mencari liburan Idul Fitri yang akan datang, yang kemungkinan akan digunakan untuk gencatan senjata antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Pendukung Cepat (RSF), yang dapat menciptakan jendela untuk mengeluarkan orang dengan aman dari negara itu," kata laporan dari kedutaan.

Berdasarkan laporan, meski tidak ada jumlah pasti namun diperkirakan sekitar 16 ribu warga negara AS berada di negara itu, di mana sekitar 500 telah menghubungi pihak kedutaan, dan 50 lainnya meminta bantuan evakuasi sejak meletusnya pertempuran.

Menanggapi hal tersebut juru bicara Departemen Pertahanan AS, Letnan Kolonel Phil Ventura, menyebut bahwa pihaknya terus memantau situasi dan kondisi di negara itu untuk mengevakuasi warga negaranya, khususnya seluruh staf kedutaan AS di Sudan.

“Departemen melalui Komando Afrika AS, sedang memantau situasi di Sudan dan akan melakukan perencanaan yang bijaksana,” ujarnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya