Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Pengacara Tersangka Penggelapan Intimidasi Perusahaan Karpet

KAMIS, 20 APRIL 2023 | 00:47 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kasus dugaan penggelapan yang dilakukan Toto Suyanto, mantan Marketing Project PT Classic Carpetama Indonesia (CCI) terus bergulir pasca ditangkapnya yang bersangkutan oleh Polres Metro Jakarta Utara.

Kali ini pihak perusahaan merasa diintimidasi oleh Horas Siringo-ringo, kuasa hukum tersangka lewat kiriman whatsApp tertanggal 17 April 2023 kepada salah satu petinggi di PT CCI.

Adapun bunyi ancaman tersebut adalah, "Selamat Siang, saya Horas Siringo-Ringo, apakah masih ada ruang dialog untuk kasusnya Pak Toto, jika tidak ada lagi kami akan melakukan pengaduan pajak perusahaan, keimigrasian dan ketenagakerjaan, kami melakukan segala upaya secara hukum, dan jika pilihan ini kami telah lakukan, maka tidak ada kata mundur, jadi pertimbangkan kembali dan kami tunggu jawaban undangan paling lama tanggal 18 April 2023. Terimakasih".


Mohammad Kazi Salaudin selaku Manager PT KNS Group, holding dari PT CCI, kepada wartawan mengungkap bahwa pesan tersebut berisi ancaman yang tak rasional.

"Perusahaaan hanya melaporkan tindakan Toto yg merugikan perusahaan berdasarkan bukti dan saksi yang ada. Masalah diproses dan ditahan adalah dalam rangka penegakkan hukum," kata Kazi Salaudin, Rabu (19/4).

Perusahaan bukannya tidak mau membuka dialog, tapi ini sudah liburan dan hanya disampaikan melalui whatsApp. Apalagi dikasi waktu cuma satu hari, ini kan tidak rasional namanya. Itu intimidasi," imbuhnya.

Sebagai pihak yang mewakili perusahaan,  Salaudin meminta semua pihak menghormati upaya penegakkan hukum yang sedang berproses.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Jakarta Utara membekuk Toto Suyanto, terduga penggelapan pada 30 Maret 2023 lalu. Saat ini dia pun telah mendekam di tahanan Polres Jakarta Utara.

Penangkapan Toto bermula dari laporan Kazi Salaudin selaku Manager di PT KNS Group yang mana Toto dilaporkan telah menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 4 miliar. PT CCI adalah anak perusahaan PT KNS Group.

Dugaan penggelapan tersebut kata Salaudin, terungkap bermula dari temuan tim akunting perusahaan dimana banyak piutang yang sudah melewati jatuh tempo tetapi pembayarannya belum diterima oleh perusahaan.

Perusahaan kemudian meminta penjelasan kepada Toto selaku marketing project terkait alasan keterlambatan pembayaran. Hal itu dilakukan melalui rapat antara PT CPCI dengan PT CCI yang digelar pada November 2021 lalu.

Namun Toto kala itu menjadikan pandemi covid 19 sebagai alasan keterlambatan pembayaran.

Toto menurutnya bahkan berjanji akan bertanggung jawab secara pribadi dan bersedia melakukan pembayaran dengan cara di cicil dari gajinya.

Namun yang terjadi kemudian, Toto justru berupaya menghalang-halangi tim akunting perusahaan ketika berniat membantu Toto melakukan penagihan piutang. Salah satunya tidak memberikan data pihak terhutang dengan alasan sibuk dan kehilangan handphone dan laptop.

"Sesuai kesepakatan di rapat bulan November 2021, perusahaan melakukan pemotongan gaji terhadap yang bersangkutan, ucap Salaudin.
Sikap Toto yang mencoba menghalang-halangi perusahaan telah menimbulkan kecurigaan sampai pada akhirnya menemukan data indentitas dan alamat pihak pelanggan yang diduga belum membayarkan kewajibannya.

Alangkah terkejutnya perusahaan Ketika mengetahui beberapa pelanggan memberikan informasi bahwa tagihan tersebut sudah dibayar lunas melalui transfer ke rekaning BCA atas nama Toto Suyanto.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya