Berita

Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki, Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman, dan Direktur Jenderal Perbendaharaan Prancis, Emmanuel Moulin, dalam pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia/Net

Dunia

Bersama India dan Prancis, Jepang Prakarsai Platform Restrukturisasi Utang Sri Lanka

SENIN, 17 APRIL 2023 | 06:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jepang, Prancis, dan India, meluncurkan inisiatif untuk mengkoordinasikan restrukturisasi utang Sri Lanka di antara para krediturnya.

Platform bersama, yang diharapkan bisa membantu menyelesaikan masalah utang ekonomi negara berpenghasilan menengah, diumumkan di Washington di sela-sela pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia, pada Kamis pekan lalu, di Markas Besar IMF di Washington, DC.

Dikutip dari laman resmi Biro Informasi Pers Pemerintah India, yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki, Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman, dan Direktur Jenderal Perbendaharaan Prancis, Emmanuel Moulin, sebagai perwakilan tradisional Klub Paris.
Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki mengatakan, peluncuran platform ini merupakan 'pencapaian sejarah', dan ia mengharapkan China dapat bergabung.

Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki mengatakan, peluncuran platform ini merupakan 'pencapaian sejarah', dan ia mengharapkan China dapat bergabung.

Namun, hingga saat ini belum jelas apakah kreditur bilateral terbesar Sri Lanka itu akan bergabung dengan platform yang diprakarsai oleh Jepang itu.

Jepang, yang menjadi ketua pertemuan Kelompok Tujuh (G7) tahun ini, telah berupaya mengatasi kerentanan utang negara-negara berpenghasilan menengah seperti Sri Lanka sebagai salah satu prioritas.

Suzuki mengatakan penting bahwa tidak hanya Klub Paris dari negara-negara kreditur kaya tetapi juga kreditur baru, seperti China, berkumpul untuk membahas restrukturisasi. Dia menekankan bahwa platform baru "terbuka untuk semua kreditur."

Per September 2022, Sri Lanka memiliki utang luar negeri sebesar 35,1 miliar dolar AS. Sembilan belas persen dari jumlah itu adalah utang ke China, 7 persen ke Jepang dan 5 persen ke India, menurut Suzuki.

Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, yang menghadiri acara pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia tersebut secara virtual, menyambut baik peluncuran proses restrukturisasi utang di Sri Lanka. Mengatakan hal itu menandai awal dari negara-negara kreditor bilateral untuk membuat kemajuan cepat dalam menyelesaikan kesulitan utang Sri Lanka.

Ia juga menyerukan bantuan berkelanjutan dari mitra multilateral dan kreditor komersial.

"Ada kebutuhan untuk membangun fondasi yang kokoh yang memungkinkan kami untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi penduduk kami," katanya.

Gubernur bank sentral Sri Lanka mengatakan kepada kantor berita Reuters awal pekan ini bahwa memiliki satu platform untuk pembicaraan akan menjadi langkah yang disambut baik yang akan mempermudah diskusi dan berbagi informasi.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Prancis Emmanuel Moulin mengatakan kelompok itu siap untuk mengadakan pembicaraan putaran pertama "sesegera mungkin".

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya