Berita

Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan/Net

Politik

Di Jawa Timur, Elektabilitas Ganjar Unggul di Atas Prabowo dan Anies

JUMAT, 14 APRIL 2023 | 20:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tiga nama calon presiden ptensial untuk maju di Pemilu 2024, bersaing untuk memperebutkan hati pemilih di Jawa Timur. Unggul dengan elektabilitas tertinggi ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Hal tersebut terekam dalam survei Indopol Survey and Consulting bertema “Dinamika Politik Jawa Timur Menjelang Pemilu 2024”, Jumat (14/4).

"Ganjar Pranowo unggul 30,3 persen, tertinggi di atas (Ketua Umum Partai Gerindra) Prabowo Subianto dan (mantan Gubernur DKI Jakarta) Anies Baswedan," uja Direktur Eksekutif Indopol Survey and Consulting Ratno Sulistiyanto dalam keterangan tertulis.


Keunggulan Ganjar itu dalam simulasi semi terbuka pada 13 nama tokoh. Adapun Prabowo mendapat elektabilitas 16,5 persen dan Anies di angka 12,1 persen.

Lanjut dipaparkan Ratno, di bawah tiga nama itu ada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (4,9 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (3,4 persen), dan Menko Polhukam Mahfud MD (3 persen).

Dengan elektabilitas di bawah 3 persen, ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno, Ketua Umum Partai Dmeokrat Agus Jarimurti Yudhoyono, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Selanjutnya, Ketua DPR RI Puan Maharani, mantan Panglima TNI Andika Perkasa, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

"Sementara ada 0,5 persen pada pilihan lainnya, dan responden menjawab tidak tau atau tidak jawab 21,6 persen," pungkasnya.

Survei ini dilakukan dengan metode penarikan responden multistage random sampling. Jumlah responden sebesar 1.040 yang tersebar di 38 Kota/kabupaten di Jawa Timur.

Survei itu menetapkan margin of error ± 3,1 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya