Berita

Bendera Korea Utara/Net

Dunia

Korut Tak Jawab Komunikasi Korsel Tiga Hari Berturut-turut

MINGGU, 09 APRIL 2023 | 12:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Utara dilaporkan enggan menanggapi komunikasi telepon reguler dari Korea Selatan selama tiga hari terakhir selama berturut-turut.

Menurut laporan Yonhap News, pejabat di Korea Utara tidak menanggapi komunikasi dari Selatan pada Minggu (9/4), setelah panggilan melalui saluran militer tidak dijawab pada dua hari sebelumnya.

Kedua Korea biasanya melakukan panggilan telepon dua kali sehari melalui dua saluran, termasuk saluran penghubung lintas batas, selama seminggu. Sedangkan saluran militer digunakan pada akhir pekan.


Para pejabat kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan mereka menghubungi Korea Utara melalui hotline militer pada Minggu pukul 09.00 waktu setempat. Tetapi panggilan itu tidak dijawab.

Ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea menyusul uji coba senjata Korea Utara baru-baru ini, yang dilihat sebagai tanggapan atas latihan militer bersama antara Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS).

Media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Sabtu (8/4) melaporkan negara tersebut melakukan uji peledakan di bawah air dari pesawat tak berawak berkemampuan nuklir “Haeil-2” minggu lalu.

Drone itu berlayar di lepas pantai timur Korea Utara selama lebih dari 71 jam sebelum hulu ledak uji cobanya diledakkan di bawah air.

Pada Agustus 2017, Korea Utara tidak menanggapi permintaan Korea Selatan untuk pembicaraan militer antar-Korea, beberapa hari sebelum meluncurkan rudal balistik yang terbang di atas Jepang.

Hotline antar-Korea dipulihkan pada Juli 2021, setelah ditangguhkan selama sekitar satu tahun oleh Korea Utara sebagai protes atas kampanye selebaran provokatif yang mengkritik Pyongyang.

Namun, gangguan panggilan telepon harian tidak selalu mengakibatkan ketegangan yang meningkat. Pada Juni 2022, Korea Utara tidak menanggapi panggilan hotline reguler, tampaknya karena gangguan teknis yang disebabkan oleh hujan lebat.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya