Berita

Ilustrasi/Net

Global

Dalam Sepekan, Nigeria Catat 39 Kasus dan Dua Kematian Demam Lassa

JUMAT, 07 APRIL 2023 | 14:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kasus infeksi dan kematian akibat demam Lassa terus meningkat di Nigeria. Dalam sepekan, negara itu mencatat 39 kasus baru dengan dua kematian.

Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria (NCDC) pada Kamis (6/4) terlihat penambahan kasus infeksi, dengan kematian yang menurun.

Dari 20 hingga 26 Maret, Nigeria telah mengonfirmasi 39 kasus positif demam Lassa, dengan dua meninggal dunia, turun dari 14 kematian pada minggu lalu.


"Secara kumulatif dari minggu pertama hingga minggu ke-12 di tahun 2023, 144 kematian telah dilaporkan dengan tingkat kematian 17,5 persen, lebih rendah dari kematian untuk periode yang sama 2022 (18,6 persen)," kata laporan tersebut.

Menurut NCDC, 98 desa yang tersebar di 24 negara bagian telah mencatat setidaknya satu kasus. Sebanyak 72 persen dari semua kasus yang dikonfirmasi dilaporkan berasal dari tiga negara bagian Ondo, Edo, dan Bauchi.

Berdasarkan laporan yang dimuat All Africa pada Jumat (7/4), demam Lassa dapat tertular dengan mudah melalui kontak dengan makanan atau barang rumah tangga yang terkontaminasi oleh urin atau feses tikus Mastomys yang terinfeksi.

Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, melemahnya tubuh, batuk, mual, muntah, diare, nyeri otot, nyeri dada, hingga dalam kasus yang parah dapat menyebabkan pendarahan.

Sejauh ini NCDC sendiri mengakui masih banyak kekurangan dalam menanggapi virus ini, karena lambatnnya penanganan, biaya pengobatan yang mahal, serta lingkungan yang buruk.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya