Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Nur Nadlifah/Net

Politik

Anggota Komisi IX Minta Pengawasan AMDK Tidak Diskriminatif

RABU, 05 APRIL 2023 | 17:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pro kontra penggunaan air minum dalam kemasan (AMDK) hingga kini masih terjadi di kalangan masyarakat. Apalagi, banyak informasi berseliweran di media sosial tentang bahaya kandungan BPA pada galon guna ulang.

Anggota Komisi IX DPR RI, Nur Nadlifah mengaku sudah sejak lama menggunakan air minum dalam kemasan berbahan polikarbonat. Sepanjang pengalamannya, ia tidak merasakan masalah.

"Enggak apa-apa sebenarnya. Memang kita harus lihat itu galonnya mengandung sesuatu yang berbahaya atau tidak," kata Nur Nadlifah kepada wartawan, Rabu (5/4).


Namun untuk menjawab kekhawatiran masyarakat, politisi PKB ini meminta pengawasan kesehatan pada air minum dalam kemasan tidak hanya diterapkan kepada galon polikarbonat berbahan BPA, melainkan merata ke jenis lain.

Ia juga meminta agar semua industri AMDK bisa membuktikan produk mereka aman dikonsumsi. Selain itu, industri AMDK juga perlu memperhatikan kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya migrasi zat-zat kimia berbahaya.

Salah satu treatment yang harus dilakukan itu yakni, menghindari kemasan AMDK dari panas hingga berhari-hari.

"Masyarakat juga harus memperhatikan hal-hal tersebut," jelasnya.

Belakangan ramai pemberitaan tentang bahaya BPA pada galon guna ulang. Isu ini bergulir seiring adanya dorongan wacana pelabelan BPA pada galon berbahan polikarbonat oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Di sisi lain, peneliti bisnis dan HAM Pusat Studi Hak Asasi Manusia UII, Sahid Hadi menyebut, BPOM memiliki kewajiban memastikan semua produk pangan yang beredar di pasar tidak menimbulkan kerugian di level publik.

"Setiap produk usaha itu tidak boleh membahayakan kepentingan publik, termasuk kesehatan publik. Dalam konteks ini, maka fungsi pengawasan BPOM itu diterapkan pada setiap produk pangan yang beredar di pasar," kata Sahid Hadi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya