Berita

Sistem udara buatan dalam negeri "Akash" India/Net

Global

India Tingkatkan Pembelian Sistem Pertahanan Udara Lokal Hingga Rp 14,8 Triliun

SELASA, 04 APRIL 2023 | 21:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dalam upaya meningkatkan kemandirian di bidang pertahanan militer, India telah menandatangani sebuah kontrak pembelian sistem udara buatan dalam negeri "Akash" senilai 81,6 miliar dolar atau Rp 14,8 triliun.

Kementerian Pertahanan India dalam sebuah pernyataan berharap proyek dapat selesai dalam tiga tahun, dengan teknologi yang ditingkatkan.

"Sistem tersebut terdiri dari 82 persen konten asli, yang akan ditingkatkan menjadi 93 persen pada 2026-2027," bunyi pernyataan itu, seperti dimuat The Defense Post pada Selasa (4/4).


Sistem udara Akash akan dikerahkan untuk resimen ketiga dan keempat Pertahanan Udara Angkatan Darat yang ditempatkan di sepanjang perbatasan utara.

Akash dapat melacak hingga 64 target secara bersamaan dan menyerang 12 target.

Setiap baterai Akash terdiri dari radar Rajendra 3D passive electronically scanned array dan empat peluncur dengan masing-masing tiga rudal.

Dengan proyek upgrading Akash, sistem itu mampu menetralkan ancaman udara seperti pesawat, rudal jelajah dan balistik, dan rudal udara-ke-permukaan pada jarak 30 kilometer dan ketinggian 18 kilometer.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya