Berita

(Kanan) Komandan militer senior Sudan Selatan, Letnan Jenderal Thoi Chany Reat, yang akan menghadapi penyelidikan kriminal oleh komisi PBB/Net

Dunia

Temukan Banyak Pelanggaran HAM Berat, PBB Dorong Penyelidikan terhadap Pejabat Tinggi Sudan Selatan

SELASA, 04 APRIL 2023 | 16:57 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Komisi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyerukan penyelidikan kepada pejabat tinggi dan militer di Sudan Selatan, setelah mereka menemukan adanya pelanggaran serius terhadap warga sipil.

Penemuan pelanggaran HAM muncul selama penyelidikan yang dilakukan selama satu tahun. Didapat bukti kekejaman yang dilakukan kepada masyarakat, yang ditulis dalam laporan setebal 114 halaman.

Pelanggaran itu termasuk pembunuhan dan pembakaran tawanan hidup-hidup, pemerkosaan massal, perbudakan seksual, hingga pemindahan paksa.


Menurut ketua komisi Yasmin Sooka, sampai saat ini pejabat dan militer itu tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas kekejaman mereka yang meluas di masyarakat.

“Temuan kami secara konsisten menunjukkan bahwa impunitas untuk kejahatan serius adalah pendorong utama kekerasan dan kesengsaraan yang dihadapi warga sipil di Sudan Selatan,” kata Sooka dalam pernyataannya pada Senin (3/4), yang dikutip The Globe and Mail.

Sebagai tindak lanjut, komisi PBB akan mengambil langkah tegas untuk mengidentifikasi seluruh individu yang diduga bermasalah.

Di antara individu yang telah diselidiki ialah gubernur negara bagian Persatuan, Joseph Monytuil, dan seorang komandan militer senior, Letnan Jenderal Thoi Chany Reat, yang harus menghadapi penyelidikan kriminal atas tuduhan menghilangkan nyawa warga sipil pada 2022 lalu.

Penyelidikan yang dilakukan komisi PBB ini didukung oleh ratusan masyarakat Sudan Selatan, yang telah memberikan kesaksiannya atas berbagai pelanggaran yang pernah mereka alami, hingga menyebabkan trauma yang mendalam.

"Orang-orang di Sudan Selatan terus mengalami trauma oleh kekerasan bersenjata dan pelanggaran ham yang sedang berlangsung di sana. Penderitaan mereka sangat besar,” tambah laporan itu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya