Berita

Anggota Serikat Pendidikan Nasional (NEU) saat menggelar aksi demonstrasi di Inggris/Net

Global

Tolak Tawaran Gaji Pemerintah, Serikat Guru Inggris Rencanakan Aksi Mogok Massal

SELASA, 04 APRIL 2023 | 11:49 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Setelah negosiasi panjang dengan pemerintah Inggris, serikat guru menolak tawaran gaji dengan memutuskan akan tetap melanjutkan aksi mogok dalam beberapa bulan ke depan.

Seperti dimuat Labourlist pada Senin (3/4), Serikat Pendidikan Nasional (NEU) menolak tawaran satu kali pembayaran intensif sebesar 1.000 pounds (Rp 18 juta) dan kenaikan gaji sekitar 4,3 persen dari pemerintah karena masih dianggap belum cukup.

"Tawaran pemerintah tidak dapat diterima. Tawaran itu tidak akan mampu menangani kekurangan guru di sekolah. Serikat pekerja meminta para menteri untuk membuka kembali negosiasi tentang gaji," kata sekretaris jenderal bersama NEU, Mary Bousted dan Kevin Courtney.


Atas keputusan tersebut, serikat guru telah menjadwalkan kembali aksi pemogokan massal, yang direncanakan pada tanggal 27 April hingga 2 Mei mendatang, sambil memastikan bahwa kelas ujian tidak akan terganggu.

Menanggapi penolakan dan aksi tersebut, Sekretaris Pendidikan Gillian Keegan mengatakan tawaran itu bersifat final karena telah diputuskan secara adil dan masuk akal oleh pemerintah. Ia pun memperingatkan bahwa pembayaran satu kali akan hilang jika guru menolak kesepakatan tersebut.

Sejak Januari lalu, Inggris terus bergejolak atas banyaknya aksi pemogokan massal yang meluas dari berbagai serikat pekerja, seperti pekerja medis, transportasi, dan guru.

Akan tetapi pemerintah tidak kunjung menyambut tuntutan yang diminta oleh para pekerja karena mereka mengaku tengah kesulitan menghadapi inflasi tinggi yang memicu tingginya beban negara dari harga-harga yang kian melonjak.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya