Berita

Ilustrasi desain pembangunan IKN/Net

Politik

Belum Ada Perkembangan Signifikan, Pembangunan IKN Nusantara Dikritik Politisi Golkar

SELASA, 04 APRIL 2023 | 05:29 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Perkembangan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mendapatkan kritikan. Koreksi itu muncul setelah anggota Komisi II DPR, Riswan Tony mengkonfirmasi langsung ke Kepala Otorita IKN Nusantara, Bambang Susantono saat rapat bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin kemarin (3/4).

Riswan  juga mempertanyakan 256 ribu hektare di IKN yang tidak sepenuhnya digunakan untuk pembangunan. Bahkan ia menilai, pembangunan IKN seperti tidak terarah.

"Saya kaget tentang tanah tadi yang 256 ribu hektare. Pertanyaannya untuk apa?" kata Riswan.


Politisi Golkar itu juga mempertanyakan alasan belum terealisasinya Kantor Otorita IKN di lokasi IKN. Riswan mengatakan seharusnya Kepala IKN berbicara spesifik tidak mengawang.

Menurut Riswan, dari 256 ribu hektare harus ada beberapa pembangunan infrastruktur penting seperti bandara, pelabuhan, Istana dan lainnya.

"Kita tidak bisa paksakan apalagi otak kita berpikir bahwa Jakarta akan dipindahkan ke sana. Itu enggak mungkin Pak," kata Riswan.

Bagi Riswan, jika pembangunan kota administratif di IKN sangat penting dilakukan , Kepala Otorita IKN tidak boleh beranggapan keseluruhan DKI Jakarta pindah ke IKN.

Ia bahkan sempat menyinggung beberapa kota negara lain seperti Canberra Australia, Washington, AS dan juga Den Haag Belanda.

"Tapi ibu kota kan tetap Amsterdam. Jadi pikiran-pikiran seperti ini, Pak, jangan kita bayangkan Jakarta mau pindah ke sana,” kata Riswan.

Riswan menegaskan, setahun tahun pembangunan IKN belum ada perkembangan yang  jelas. Dia meminta jajaran Otorita IKN tidak berpikir luas, tetapi yang dibutuhkan untuk publik.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya