Berita

Operasi penambangan emas yang dilakukan di wilayah Indawgyi, kotapraja Mohnyin, negara bagian Kachin, Myanmar/RFA

Dunia

Marak Penambangan Ilegal, Danau Alami Terbesar di Myanmar Tercemar

SENIN, 03 APRIL 2023 | 15:27 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Penambangan emas ilegal di negara bagian Kachin, Myanmar, mengancam kelestarian Danau Indawgyi dan habitat hidup di sekitarnya. Danau Indawgyi merupakan danau alami terbesar yang menjadi situs warisan budaya dunia dan suaka margasatwa UNESCO.

Dimuat RFA News, Senin (3/4), sejak junta militer Myanmar menguasai negara tersebut, regulasi untuk industri pertambangan di negara bagian itu dilaporkan hampir tidak ada.

Menurut penduduk setempat, para penambang ilegal menggali emas tepat sebelah desa berpenduduk dan mereka tidak memiliki kendali untuk menghentikannya.


"Penambangan tidak hanya mencemari air yang dibutuhkan warga untuk minum, tetapi juga menyebabkan banjir di desa-desa. Aliran yang tercemar kemudian mengalir ke danau, merusak habitat spesies langka yang hidup di sana, termasuk dua jenis ikan yang terancam punah," tulis RFA dalam laporannya.

Selain itu, dalam laporannya, penambang juga telah mencegah akses wisatawan yang hendak datang untuk melihat danau megah yang berada 166 meter di atas permukaan laut dengan dikelilingi oleh pegunungan itu.

Meski sungai tersebut dikabarkan terancam mengering akibat penambangan berlebihan, namun warga mengatakan bahwa baik junta maupun kelompok bersenjata terus mengizinkan proyek di dekat situs warisan dunia itu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya