Ahmad Gaus dalam acara bedah buku karyanya yang berjudul "Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik Bersama: Sembilan Pemikiran Denny JA soal Agama di Era Google", di Rumah Kearifan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta/Ist
Ahmad Gaus dalam acara bedah buku karyanya yang berjudul "Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik Bersama: Sembilan Pemikiran Denny JA soal Agama di Era Google", di Rumah Kearifan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta/Ist
Begitu dikatakan Ahmad Gaus dalam acara bedah buku karyanya yang berjudul "Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik Bersama: Sembilan Pemikiran Denny JA soal Agama di Era Google", di Rumah Kearifan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu (1/4).
“Pandangan para agamawan itu cenderung apologetik dan subjektif karena tujuannya dakwah. Sedangkan pandangan ilmuwan sosial seperti Denny JA itu objektif dan empirik karena didasarkan pada hasil riset kuantitatif,†ujar Gaus.
Populer
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07
Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41
Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55
Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35
Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50
Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10
Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12
UPDATE
Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29
Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:26
Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:13
Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06
Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55
Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45
Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:43
Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34
Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:26
Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23