Berita

Tentara medis Rusia/Net

Dunia

Tuduhan Serius, Rusia Jadikan Tentara Medis Perempuan Budak Seks di Medan Perang

SENIN, 03 APRIL 2023 | 01:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Selain diduga menganiaya tawanan Ukraina, baru-baru ini Rusia juga dituduh melakukan kejahatan terhadap pasukannya sendiri, terutama kaum perempuan.

Mengutip Radio Free Europe pada Minggu (2/4), tentara medis perempuan Rusia yang bertugas di garis depan dilaporkan telah dipaksa menjadi "Istri Lapangan" atau budak seks oleh tentara Moskow lainnya.

Seorang mantan tentara medis Rusia Margarita (42) mengungkap bahwa tentara Moskow kerap memaksa rekan seprofesinya untuk melakukan hubungan seksual, bahkan merudapaksa mereka berkali-kali.


Mereka yang menolak akan mendapat hukuman dan pelecehan yang sangat buruk.

Margarita yang saat itu bertugas di wilayah Nizhny Novgorod, Novosmolino Rusia, mengaku pernah menjadi incaran komandan divisi lapis baja ke-10.

"Dia (kolonel) memerintahkan agar saya diberi seragam dan saya melapor untuk bekerja di markasnya," kata Margaret.

Karena menolak rayuan kolonel, Margaret mendapat hukuman keras dengan sebulan tinggal di luar ruangan dan tidak diberi jatah makan.

"Mereka ingin menghancurkan saya sehingga saya setuju untuk tidur dengannya. Tetapi saya bertahan," tuturnya.

Margaret juga sempat dipindahkan ke unit artileri di dekat garis depan Ukraina, yang membuatnya sangat ketakutan.

"Saya pikir saya akan mati di sana," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya