Chun Woo-won menghibur anggota keluarga korban pemberontakan pro-demokrasi melawan kediktatoran militer pada 1980 selama kunjungannya ke Pemakaman Nasional 18 Mei di Gwangju, Korea Selatan/Net
Chun Woo-won menghibur anggota keluarga korban pemberontakan pro-demokrasi melawan kediktatoran militer pada 1980 selama kunjungannya ke Pemakaman Nasional 18 Mei di Gwangju, Korea Selatan/Net
Menyebut kakeknya sebagai pendosa, Chun Woo-won menyatakan permintaan maafnya di hadapan wartawan pada Jumat (31/3) usai bertemu dengan para korban dan anggota keluarga mereka di Gwangju.
"Kakek saya, Chun Doo-hwan, adalah pendosa yang melakukan kejahatan besar," kata Woo-won, seperti dikutip dari Yonhap.
Populer
Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33
Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45
Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21
Senin, 16 Februari 2026 | 12:00
Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20
Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04
Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59
UPDATE
Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40
Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29
Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23
Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16
Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33
Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26
Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11
Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32
Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21
Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04