Chun Woo-won menghibur anggota keluarga korban pemberontakan pro-demokrasi melawan kediktatoran militer pada 1980 selama kunjungannya ke Pemakaman Nasional 18 Mei di Gwangju, Korea Selatan/Net
Chun Woo-won menghibur anggota keluarga korban pemberontakan pro-demokrasi melawan kediktatoran militer pada 1980 selama kunjungannya ke Pemakaman Nasional 18 Mei di Gwangju, Korea Selatan/Net
Menyebut kakeknya sebagai pendosa, Chun Woo-won menyatakan permintaan maafnya di hadapan wartawan pada Jumat (31/3) usai bertemu dengan para korban dan anggota keluarga mereka di Gwangju.
"Kakek saya, Chun Doo-hwan, adalah pendosa yang melakukan kejahatan besar," kata Woo-won, seperti dikutip dari Yonhap.
Populer
Minggu, 01 November 2026 | 22:28
Rabu, 04 November 2026 | 23:19
Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29
Selasa, 03 November 2026 | 02:41
Jumat, 06 November 2026 | 04:27
Senin, 02 November 2026 | 20:11
Minggu, 01 November 2026 | 12:02
UPDATE
Sabtu, 07 November 2026 | 08:19
Sabtu, 07 November 2026 | 08:05
Sabtu, 07 November 2026 | 07:38
Sabtu, 07 November 2026 | 07:28
Sabtu, 07 November 2026 | 07:10
Sabtu, 07 November 2026 | 06:50
Sabtu, 07 November 2026 | 06:25
Sabtu, 07 November 2026 | 05:59
Sabtu, 07 November 2026 | 05:41
Sabtu, 07 November 2026 | 05:18