Chun Woo-won menghibur anggota keluarga korban pemberontakan pro-demokrasi melawan kediktatoran militer pada 1980 selama kunjungannya ke Pemakaman Nasional 18 Mei di Gwangju, Korea Selatan/Net
Chun Woo-won menghibur anggota keluarga korban pemberontakan pro-demokrasi melawan kediktatoran militer pada 1980 selama kunjungannya ke Pemakaman Nasional 18 Mei di Gwangju, Korea Selatan/Net
Menyebut kakeknya sebagai pendosa, Chun Woo-won menyatakan permintaan maafnya di hadapan wartawan pada Jumat (31/3) usai bertemu dengan para korban dan anggota keluarga mereka di Gwangju.
"Kakek saya, Chun Doo-hwan, adalah pendosa yang melakukan kejahatan besar," kata Woo-won, seperti dikutip dari Yonhap.
Populer
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27
Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20
Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18
Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39
Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12
Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10
UPDATE
Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24
Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23
Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13
Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07
Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06
Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05
Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56
Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54
Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53
Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49