Chun Woo-won menghibur anggota keluarga korban pemberontakan pro-demokrasi melawan kediktatoran militer pada 1980 selama kunjungannya ke Pemakaman Nasional 18 Mei di Gwangju, Korea Selatan/Net
Chun Woo-won menghibur anggota keluarga korban pemberontakan pro-demokrasi melawan kediktatoran militer pada 1980 selama kunjungannya ke Pemakaman Nasional 18 Mei di Gwangju, Korea Selatan/Net
Menyebut kakeknya sebagai pendosa, Chun Woo-won menyatakan permintaan maafnya di hadapan wartawan pada Jumat (31/3) usai bertemu dengan para korban dan anggota keluarga mereka di Gwangju.
"Kakek saya, Chun Doo-hwan, adalah pendosa yang melakukan kejahatan besar," kata Woo-won, seperti dikutip dari Yonhap.
Populer
Senin, 21 September 2026 | 03:25
Minggu, 20 September 2026 | 14:18
Selasa, 15 September 2026 | 13:16
Minggu, 20 September 2026 | 18:58
Minggu, 13 September 2026 | 17:39
Senin, 21 September 2026 | 13:33
Minggu, 20 September 2026 | 05:26
UPDATE
Rabu, 23 September 2026 | 08:21
Rabu, 23 September 2026 | 08:06
Rabu, 23 September 2026 | 07:41
Rabu, 23 September 2026 | 07:23
Rabu, 23 September 2026 | 07:07
Rabu, 23 September 2026 | 06:40
Rabu, 23 September 2026 | 06:28
Rabu, 23 September 2026 | 06:18
Rabu, 23 September 2026 | 06:03
Rabu, 23 September 2026 | 05:45