Chun Woo-won menghibur anggota keluarga korban pemberontakan pro-demokrasi melawan kediktatoran militer pada 1980 selama kunjungannya ke Pemakaman Nasional 18 Mei di Gwangju, Korea Selatan/Net
Chun Woo-won menghibur anggota keluarga korban pemberontakan pro-demokrasi melawan kediktatoran militer pada 1980 selama kunjungannya ke Pemakaman Nasional 18 Mei di Gwangju, Korea Selatan/Net
Menyebut kakeknya sebagai pendosa, Chun Woo-won menyatakan permintaan maafnya di hadapan wartawan pada Jumat (31/3) usai bertemu dengan para korban dan anggota keluarga mereka di Gwangju.
"Kakek saya, Chun Doo-hwan, adalah pendosa yang melakukan kejahatan besar," kata Woo-won, seperti dikutip dari Yonhap.
Populer
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07
Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41
Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35
Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50
Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55
Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00
UPDATE
Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19
Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06
Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01
Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54
Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47
Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42
Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41
Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25
Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15
Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15