Chun Woo-won menghibur anggota keluarga korban pemberontakan pro-demokrasi melawan kediktatoran militer pada 1980 selama kunjungannya ke Pemakaman Nasional 18 Mei di Gwangju, Korea Selatan/Net
Chun Woo-won menghibur anggota keluarga korban pemberontakan pro-demokrasi melawan kediktatoran militer pada 1980 selama kunjungannya ke Pemakaman Nasional 18 Mei di Gwangju, Korea Selatan/Net
Menyebut kakeknya sebagai pendosa, Chun Woo-won menyatakan permintaan maafnya di hadapan wartawan pada Jumat (31/3) usai bertemu dengan para korban dan anggota keluarga mereka di Gwangju.
"Kakek saya, Chun Doo-hwan, adalah pendosa yang melakukan kejahatan besar," kata Woo-won, seperti dikutip dari Yonhap.
Populer
Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16
Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07
Senin, 26 Januari 2026 | 00:29
Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50
Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41
UPDATE
Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00
Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46
Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18
Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03
Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45
Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25
Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07
Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03
Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27
Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13