Berita

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin/Net

Politik

Golkar akan Ubah Peta jika Gabung Koalisi Perubahan

MINGGU, 26 MARET 2023 | 18:15 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Posisi Partai Golkar akan semakin kuat jika bergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Pasalnya, Golkar memiliki rangking tinggi dibandingkan Nasdem, PKS dan Demokrat.

Namun, hal itu terjadi jika Presiden Joko Widodo merestui Golkar bergabung dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

“Kalau misalkan Jokowi, minta ke Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) maka posisi PKS  dan Demokrat akan kalah pengaruh oleh Golkar,” kata pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (26/3).


Dia menambahkan, Golkar akan mengubah konstelasi dan peta politik di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

“Kalau Golkar ke perubahan, ya mengubah konstelasi politik di koalisi perubahan,” imbuhnya.

Namun demikian, Ujang berpendapat, Golkar tidak akan pindah haluan ke Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Sebab, ada Anies Baswedan akan menjadi ganjalan Golkar untuk bergabung ke koalisi tersebut.

“Jadi Golkar hanya menghadiri saja silaturahmi saja menjalin komunikasi politik saja bukan untuk gabung ke Perubahan,” tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya