Berita

Anies Baswedan sah diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP)/Ist

Publika

Menunggu Lawan Anies Baswedan di Pilpres 2024

OLEH: TONY ROSYID
MINGGU, 26 MARET 2023 | 00:20 WIB

SAH! Anies Baswedan mendapat tiket maju ke Pilpres 2024. Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS telah menandatangani pengusungan Anies menjadi capres. Ketiga partai ini bergabung dan membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Semula koalisinya bernama Koalisi Perubahan. Dalam MoU, diubah menjadi Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Ada semacam upaya untuk membuat koalisi yang lebih soft dengan memasukkan kata "persatuan".

Bahkan di poin 1 dalam MoU yang disepakati, koalisi ini ingin mendorong keberlanjutan pembangunan yang dicita-citakan sejak masa kemerdekaan bangsa. Dan langkah pembangunan itu direncanakan setiap lima tahunan.


Artinya, koalisi ini ingin sekaligus mengirim pesan: No Penundaan Pemilu. Satu pesan yang lebih substansial: Kembalikan arah pembangunan ke jalur yang sesuai dengan cita-cita pendirian Republik Indonesia. Ini tampak Anies banget. Visioner dan idealis. Kalimat ini yang selalu dinarasikan oleh Anies dalam banyak kesempatan.

Setelah Anies mendapat tiket maju jadi capres, siapa lawan yang potensial akan maju menjadi rival Anies di pilpres 2024?

Dalam survei, selalu muncul tiga nama tertinggi elektabilitasnya. Anies Rasyid Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo. Tiga nama ini lolos secara elektabilitas.

Soal integritas, kompetensi dan rekam jejak, lembaga-lembaga survei, semua tanpa terkecuali, selalu mengabaikannya.

Ini tidak boleh terjadi lagi untuk pilpres-pilpres berikutnya. Sebab, rakyat butuh pemimpin yang berintegritas, punya kompetensi, dan rekam jejaknya bisa dibaca, terutama soal hasil kerja dan prestasinya.

Rakyat tidak butuh calon pemimpin yang hanya bermodal elektabilitas. Pemimpin yang hanya sibuk bagaimana memenangkan kontestasi, tapi tidak punya kompetensi untuk mengisi kemenangan itu. Ini berbahaya untuk masa depan bangsa. Rakyat mesti memiliki kesadaran yang matang untuk memilih pemimpin.

Kalau dilihat dari sisi elektabilitas, Prabowo dan Ganjar Pranowo berpeluang akan jadi rival Anies. Kabar terakhir, Prabowo akan dipasangkan dengan Ganjar Pranowo. Jadi, pasangannya adalah Prabowo-Ganjar.

Wacana ini membuat  PKB marah. PKB akan tarik diri dari Koalisi Indonesia Raya (KIR) jika Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tidak dijadikan cawapres Prabowo.

Protes PKB sudah bisa dibaca sejak KIR akan dibentuk. Kebutuhan Gerindra dan PKB memang tidak ketemu. Prabowo butuh tambahan elektabilitas. Dan itu tidak didapat dari Cak Imin.

Sementara PKB mau bergabung ke Gerindra kalau Cak Imin jadi cawapres. Kalau kebutuhan objektif tidak ketemu, maka kedua partai ini hanya menunggu jadwal berpisah.

Lalu, siapa cawapres Prabowo? Golkar siap bergabung dengan Gerindra jika pasangannya adalah Prabowo-Airlangga. Lagi-lagi, Prabowo terkunci. Jika Prabowo mengambil Ganjar, maka Golkar tidak bersedia bergabung.

Prabowo tampaknya butuh tangan besi Jokowi. Berharap Jokowi arahkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dukung Prabowo. Tekan PKB untuk tetap dukung Prabowo.

Banyak yang berpikir bahwa partai-partai koalisi Istana akan nurut presiden Jokowi. Tampaknya begitu. Tapi, ini tidak sepenuhnya benar.

Meski terlihat Jokowi mengambil peran yang begitu dominan dan ikut terlibat terlalu jauh terhadap partai-partai tersebut, pada akhirnya semua partai akan menyadari bahwa Jokowi akan segera menjadi masa lalu.

Kekuasaan Jokowi akan segera berakhir. Sementara, partai-partai ini butuh masa depan. Tinggal satu persoalan bagaimana mereka exit dari Jokowi. Lalu, menyiapkan masa depan partai dengan menghindari capres yang bakal kalah.

Nasdem sudah mengambil langkah exit. PDIP juga tampak berseberangan dengan Jokowi. Terbukti, Ganjar yang digadang-gadang Jokowi untuk jadi capres, belum juga ada tanda-tanda diusung oleh PDIP. Berbagai manuver dan nego terus dilakukan. Hasilnya belum jelas.

PDIP belajar dari Pilpres 2014. Usung Jokowi, setelah jadi justru sering berseberangan dengan Megawati. PDIP juga belajar dari Pilgub DKI 2017. Usung Ahok, tapi kalah. Kalkulasi politiknya, PDIP akan lebih menguntungkan jika capreskan Puan Maharani.

Mungkin akan kalah dari Anies Baswedan, tapi suara PDIP akan solid. Sebagai partai pemenang pemilu, PDIP bisa menjadi oposisi yang kuat, dan bisa memainkan peran di parlemen lebih powerfull.

Bagi partai-partai yang bergabung dengan koalisi Istana, pada waktunya nanti mereka akan exit mengikuti jejak Nasdem. Jokowi akan ditinggalkan oleh mereka.

Dengan begitu, Prabowo tidak lagi bisa mengandalkan tangan besi Jokowi. Prabowo mesti realistis, dia bisa pilih Cak Imin atau Airlangga Hartarto. Gerindra mau berkoalisi dengan PKB atau Golkar. Tidak dengan Ganjar jika telah diabaikan oleh PDIP.

Jadi, rival Anies kemungkinan adalah Prabowo Subianto dan Puan Maharani. Prabowo bisa berpasangan dengan Cak Imin atau Airlangga, dan Puan Maharani bisa berpasangan dengan Ganjar. Puan-Ganjar berpotensi memperbesar perolehan suara PDIP.

Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya