Berita

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Sohibul Iman, Anies Baswedan, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya/Ist

Politik

Deklarasi Anies saat Ramadhan Untungkan Demokrat dan PKS, Nasdem Terperangkap Label Isu Identitas

JUMAT, 24 MARET 2023 | 15:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana partai politik (parpol) anggota Koalisi Perubahan mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024, yang akan berlangsung pada awal Ramadhan ini, tidak memberikan keuntungan secara merata.

“Deklarasi akan amat menguntungkan bagi PKS dan Partai Demokrat. Malah Nasdem perlu hati-hati jika deklarasi di bulan puasa ini,” ujar pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (24/3).

Efriza memperkirakan, Nasdem yang notabene parpol pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo akan mendapat dampak negatif langsung dari deklarasi nanti. Berbeda halnya dengan Demokrat dan PKS.


“Malah ia (Nasdem) terperangkap kepada label isu identitas yang sepertinya sudah disematkan kepada Anies, apalagi di dalamnya ada PKS,” katanya.

Maka dari itu, dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Sutomo ini menilai deklarasi Anies hanya akan menguntungkan sang capres dan dua parpol pendukung yang terbilang sebagai kelompok oposisi.

“Jadi Deklarasi ini efektif, momentum Anies merebut dukungan pemilih Islam. Sementara, diyakini Nasdem akan ketar-ketir dan dapat saja shock sebagai dampaknya. Bisa saja akhirnya Deklarasi Anies diundur menjelang pemilu,” demikian Efriza. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya