Berita

Kota Srinagar, Jammu dan Kashmir, India/Net

Dunia

Untuk Pertama Kalinya, Jammu dan Kashmir Terima Investasi Asing Ratusan Miliar Rupiah

KAMIS, 23 MARET 2023 | 11:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Untuk pertama kalinya, wilayah Jammu dan Kashmir (J&K) akan mendapatkan investasi asing senilai 60 juta dolar atau sebesar Rp 906 miliar dari Emaar Grup asal Dubai.

Hal tersebut diumumkan oleh perusahaan asing itu dalam pertemuan puncak investasi di Srinagar, dan diungkapkan ke publik oleh pemerintah pekan lalu, Minggu (19/3).

Rencananya, kucuran dana itu akan digunakan oleh Emaar Group untuk membangun kompleks pusat perbelanjaan dan perkantoran besar di Srinagar, ibu kota Himalaya, yang akan membantu memberikan banyak lowongan pekerjaan di wilayah itu.


“Ini adalah awal, kita harus menginspirasi orang, orang harus bercita-cita untuk mengikuti kita. Ini adalah mal luas dengan 500 toko dan akan menghasilkan sekitar 7.000 hingga 8.000 pekerjaan," kata CEO Emaar Properties, Amit Jain, setelah upacara peletakan batu pertama untuk "Mall of Srinagar", seperti dikutip dari Reuters.

Menanggapi investasi dari perusahaan besar yang pernah mendirikan menara tertinggi di dunia Burj Khalifa itu, pejabat tinggi Srinagar, Manoj Sinha, menyambut baik investasi ini. Ia  mengatakan proyek tersebut dapat menanamkan kepercayaan pada investor asing lainnya dan akan meningkatkan perekonomian kawasan.

Sebelum Emaar Group tertarik berinvestasi di wilayah tersebut, pemerintah Kashmir telah lama mencoba merayu investor domestik dan asing. Namun usaha itu tidak kunjung berhasil, karena wilayah J&K dianggap tidak aman atas banyaknya kasus pemberontakan dan terorisme yang kerap terjadi.

Saat ini, wilayah yang diperebutkan Pakistan dan India itu terus melihat kemajuannya dalam bidang pariwisata dan ekonomi, berkat dana investasi yang dikucurkan dari perusahaan Dubai.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya