Berita

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), Edward Omar Sharif Hiariej/RMOL

Hukum

Eddy Hiariej, Selain Wamenkumham Ternyata Juga Ketum Pelti

RABU, 22 MARET 2023 | 12:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), Edward Omar Sharif Hiariej (EOSH) alias Eddy Hiariej, menjadi sorotan setelah namanya terseret dugaan gratifikasi Rp 7 miliar yang dilaporkan Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, ke KPK.

Eddy Hiariej sendiri membantah tudingan itu. Dia bahkan mendatangi KPK dan mengklarifikasi langsung tuduhan itu, Senin (20/3).

Di balik jabatannya sebagai Wamenkumham, Eddy Hiariej ternyata juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) periode 2022-2027. Jabatan itu diperoleh Edward dari menekuni hobinya bermain tenis.


"Saya secara pribadi dan pengurus berharap tenis ke depan bisa dimasukkan ke Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Tanpa dukungan dari Kemenpora, KONI, dan para pemangku kepentingan lainnya, tidak bisa sampai pada visi dan misi kami," kata Edward, melalui keterangan tertulis, Rabu (22/3).

Dia mengaku gemar tenis sejak mahasiswa. Bahkan mengaku menyempatkan waktu di tengah kesibukannya sebagai Wamenkumham untuk tetap bermain tenis, dua kali dalam seminggu.

"Olahraga penting, menjaga kesehatan tubuh, waktu harus disesuaikan dengan baik. Kalau tidak sempat, kita main di kantor, bahkan saat kunjungan saya manfaatkan main tenis," katanya.

Tak hanya gemar olahraga, Eddy Hiariej juga hobi baca dan menulis. Ada banyak hasil karya mantan Wakil Rektor UGM yang sudah diterbitkan, di antaranya, Asas Legalitas dan Penemuan Hukum dalam Hukum Pidana pada 2009, Pengantar Hukum Pidana Internasional pada 2009, Pengadilan Atas beberapa Kejahatan Serius Terhadap HAM pada 2010, Teori dan hukum Pembuktian pada 2012, Hukum Acara Pidana pada 2015, dan Prinsip-prinsip Hukum Pidana pada 2016.

Nama Eddy Hiariej sendiri pertama kali muncul saat menjadi saksi ahli pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2019.

Dia juga kerap menjadi saksi kasus penistaan agama yang menjerat mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pada 2017 lalu.

Tidak heran jika Presiden Jokowi memberi kepercayaan kepada Eddy sebagai Wamenkumham. Padahal sang ayah meminta Eddy menjadi jaksa. Namun, sebelum meninggal, ayahnya ingin Eddy menjadi pengacara, agar dapat membela masyarakat.

Eddy Hiariej menempuh pendidikan S1 hingga S3 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia pernah menjadi Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Fakultas Hukum UGM pada 2010. Dia tercatat sebagai dosen Fakultas Hukum UGM sejak 1999 hingga sekarang.

Selain itu juga menjabat asisten Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UGM sejak 2002 hingga 2007, Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum dan LLM Program UGM, serta Wamenkumham sejak 2020 hingga saat ini.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya