Berita

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Megawati Berpikir Beribu Kali Pilih Ganjar Meski Lembaga Survei Mengunggulkannya

MINGGU, 19 MARET 2023 | 22:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sebagai partai politik (parpol) yang besar, tidak mungkin PDI Perjuangan menjatuhkan pilihannya kepada Ganjar Pranowo yang malah akan membuat partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu kalah dalam pertarungan Pilpres 2024 mendatang.

"Mega akan berpikir beribu-ribu kali untuk menjatuhkan pilihan kepada Ganjar meskipun beberapa lembaga survei mengunggulkannya," ujar Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/3).

Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menilai, Megawati akan objektif saat mengusung calon presiden (capres) berdasarkan kapasitas dan bukti konkret kinerja di lapangan.


"Kalau hanya di atas kertas pasti Megawati tidak akan mempertaruhkan PDIP kepada capres yang asal-asalan," kata Saiful.

Untuk itu kata Saiful, PDIP sebagai partai besar, tidak mungkin dalam menentukan kandidat kepada capres yang akan kalah atau tidak mampu menaikkan suara PDI Perjuangan.

"Kalau itu terjadi maka akan sangat merugikan PDIP untuk dapat bertarung pada pemilu-pemilu berikutnya. Saya kira Megawati tidak akan tertipu ya dalam melakukan seleksi kepemimpinan nasional, mana yang polesan mana yang sungguh-sungguh semua pasti sudah ada dalam catatan Megawati," pungkas Saiful.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya