Berita

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan/Net

Bisnis

Neraca Perdagangan Indonesia Februari 2023 Surplus 5,48 Miliar Dolar AS

KAMIS, 16 MARET 2023 | 21:29 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kinerja perdagangan terus menunjukkan grafik yang  menggembirakan.  Neraca perdagangan pada Februari 2023 mencatatkan surplus sebesar 5,48 miliar Dolar AS.

Surplus perdagangan bulan Februari 2023 ini melanjutkan tren surplus secara beruntun sejak bulan Mei tahun 2020. Surplus perdagangan bulan Februari 2023, terdiri atas surplus neraca nonmigas sebesar 6,70 miliar Dolar AS dan defisit neraca migas sebesar 1,22 miliar Dolar AS.

Menariknya, ekspor nonmigas ke kawasan emerging market tumbuh signifikan. Surplus pada Februari 2023 berasal dari surplus perdagangan dengan Tiongkok dengan nilai mencapai 1,17 miliar Dolar AS, Amerika Serikat (1,12 miliar Dolar AS), dan India ( 0,96 miliar Dolar AS).


Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa selama dekade terakhir, Tiongkok menjadi salah satu penyumbang defisit neraca perdagangan terbesar Indonesia. Namun demikian, selama lima tahun terakhir, defisit neraca perdagangan Indonesia dengan Tiongkok terus mengalami penurunan sejalan dengan peningkatan ekspor yang cukup signifikan yakni 27,5 persen per tahun.

"Pada Januari–Februari 2023 ini, neraca perdagangan Indonesia dengan Tiongkok mengalami surplus sebesar 1,06 miliar, Dolar AS” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.

Selain mengalami surplus neraca perdagangan, ekspor ke Tiongkok pada periode Januari–Februari 2023 juga meningkat signifikan sebesar 42,02 persen (YoY). Produk utama penyumbang surplus perdagangan dengan Tiongkok adalah besi dan baja (HS 72), bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), dan nikel dan barang daripadanya (HS 75) dengan total surplus mencapai 6,69 miliar Dolar AS.

Secara kumulatif, pada periode Januari–Februari 2023 surplus perdagangan Indonesia mencapai 9,36 miliar Dolar AS, naik hampir dua kali lipat dibandingkan surplus Januari--Februari 2022 (YoY) yang sebesar USD 4,80 miliar. Surplus perdagangan Januari–Februari 2023 ini terdiri atas surplus nonmigas sebesar 12,00 miliar Dolar AS serta defisit migas sebesar 2,64 miliar Dolar AS.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya