Berita

Wakil Ketua DPP PKS, Handy Risza (paling kiri) di Jalan Jatinegara Timur Raya, RT. 01/02, Balimester, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (12/3)/RMOL

Politik

10 Tahun Stagnan, PKS Tagih Janji Jokowi Ekonomi Indonesia akan Meroket

MINGGU, 12 MARET 2023 | 19:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Janji Presiden Joko Widodo yang pernah menyatakan ekonomi Indonesia akan meroket disinggung ooleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebab, hingga saat ini ekonomi Indonesia sampai saat ini mengalami stagnasi.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPP PKS, Handy Risza dalam acara launching relawan bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan, Anies Baswedan yang bernama Bro Anies (BroNies) dan Launching Posko Pilihan Rakyat (PPR) yang beralamat di Komplek Bona Gabe nomor 101 Blok A2, di Jalan Jatinegara Timur Raya, RT. 01/02, Balimester, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (12/3).

Catatan PKS, kata Handy, sudah hampir satu dekade pemerintahan Joko Widodo janji ekonomi meroket saat awal terpilih tidak terealisasi.


"Bagaimana menjadikan ekonomi kita ini ada istilah yang populer pada waktu ya meroket istilahnya ya, tetapi dalam perjalanannya kita tidak bisa menyaksikan apa yang disebut dengan meroket tersebut," ujar Handy.

Hampir 10 tahun ini kata Handy, Indonesia mengalami stagnasi ekonomi yang tidak pernah dialami sebelumnya. Di mana, pertumbuhan ekonomi Indonesia jalan di tempat atau stagnan di angka 5 persen.

Kata dia, dengan sumber daya yang dimiliki Indonesia, dengan tidak perlu bekerja keras ekonomi Indonesia sudah tumbuh sebesar 5 persen

"Ini satu hal yang menunjukkan bahwasanya 10 tahun terakhir tidak banyak mengalami perubahan," kata Handy.

Dengan demikian, PKS menilai, ke depan, harus ada langkah-langkah perbaikan, perubahan agar ekonomi Indonesia tidak stagnan di angka 5 persen.

Apalagi kata Handy, saat ini Indonesia berada pada puncak bonus demografi. Jika tidak bisa tumbuh lebih tinggi, maka Indonesia akan mengalami beban yang sangat luar biasa. Yakni, generasi muda nantinya bisa menganggur yang dapat menjadi beban negara semakin besar.

Handy juga menyinggung soal pemerintah yang mendanai pembangunan banyak bersumber dari utang, yakni sudah mendekati angka Rp 6-7 ribu triliun atau setara sekitar 38 atau 39 persen dari total pendapatan.

"Ini menandakan apa? dalam 10 tahun ini juga tidak menghasilkan apa-apa, jadi utang yang seharusnya bisa membiayai pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik, ternyata juga tidak bisa dimanfaatkan atau dioptimalkan," pungkas Handy.

Dalam acara ini turut dihadiri banyak tokoh, yakni Ketua Umum (Ketum) DPP BroNies Yusuf Blegur; wartawan senior Edy Mulyadi; CEO RMOL Teguh Santosa; aktivis dan pakar kesejahteraan sosial, Syahganda Nainggolan; Anggota DPD RI Tamsil Linrung; Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Benny K. Harman; aktivis Anton Permana; dan anggota DPR RI 2009-2014 Ramadhan Pohan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya