Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kelompok ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Pembunuhan Lebih dari 35 Umat Kristen di Kongo

MINGGU, 12 MARET 2023 | 04:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan lebih dari 35 orang dan puluhan masyarakat yang alami luka-luka di Kongo Timur, di mana sebagian besar sengaja ditargetkan kepada umat Kristiani.

Pernyataan itu dikeluarkan oleh kantor berita militan, Aamaq pada Jumat (10/3), yang dimuat One India.

"ISIS telah membunuh umat Kristen dengan senjata dan pisau serta menghancurkan properti mereka di desa Mukondi di provinsi Kivu Utara (pada pekan lalu)," tulis pernyataan tersebut, sambil menerbitkan foto-foto rumah yang dibakar.


Pengumuman itu dikeluarkan oleh ISIS, setelah pihak berwenang setempat mengkonfirmasi beberapa serangan berbeda yang menewaskan sedikitnya 45 orang oleh pemberontak Allied Democratic Forces, milisi yang terkait dengan ISIS.

Selama beberapa dekade, sekitar 120 kelompok bersenjata itu terus berupaya mendapatkan kekuasaan, pengaruh, dan sumber daya, untuk melindungi komunitas mereka di Kongo.

Berbagai upaya untuk menghentikan kekerasan, dan melemahkan kelompok di negara itu pun tidak banyak membuahkan hasil seperti yang diharapkan, meski tentara Kongo dan Uganda telah bekerja sama dalam upaya tersebut.

Awal bulan ini, Amerika Serikat juga menawarkan hadiah senilai 5 juta dolar AS atau setara Rp 77 miliar untuk setiap informasi yang dapat mengarah pada penangkapan pemimpin kelompok ADF tersebut, Seka Musa Baluku. Namun sampai saat ini upaya tersebut belum juga membuahkan hasil.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya