Berita

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie/Net

Politik

Isu Liar Kebakaran Depo Plumpang, Pengamat: Politik Kambing Hitam Mulai Dimainkan

RABU, 08 MARET 2023 | 17:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kebakaran Depo Plumpang, Koja, Jakarta Utara, belakangan malah menimbulkan isu liar terkait masalah lahan warga Tanah Merah. Namun di sisi yang lain, petinggi PT Pertamina Persero bebas dari sanksi.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menilai, tragedi kebakaran Plumpang telah dipolitisasi oleh sejumlah pihak.

Ia melihat, publik kini malah diwarnai dengan informasi tentang pemberian lahan pemukiman, seolah-olah warga yang disalahkan dengan adanya kejadian kebakaran pada Jumat malam (3/3).


“Politik kambing hitam mulai dimainkan,” ujar Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/3).

Jika berbicara soal pemberian lahan kependudukan di Tanah Merah, Jerry melihat ada suatu yang janggal karena tiba-tiba menggiring ke sosok yang baru saja hengkang dari jabatan Gubernur DKI Jakarta, yaitu Anies Baswedan.

Padahal, lanjutnya, penyebab masalah lahan itu, dimulai dari Joko Widodo saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, yang memberikan lahan pada warga Tanah Merah dan menjanjikan pemberian KTP.

“Tapi Anies hanya melanjutkan menerbitkan IMB (Izin Mendirikan Bangunan),” tuturnya.

Terlepas dari unsur politik yang berkembang, doktor komunikasi politik jebolan America Global University ini memandang, pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas tragedi kebakaran Plumpang adalah Pertamina.

Sebabnya, Depo Plumpang sudah dua kali kebakaran sejak pertama terjadi pada tahun 2009. Ditambah, 4 depo dan kilang minyak Pertamina yang juga terbakar di daerah yang lain.

“Bagi saya ini dikembalikan ke Pertamina yang tak becus soal safety asset,” demikian Jerry menambahkan. 

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya