Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di acara penandatanganan komitmen aksi pencegahan korupsi 2023/2024 yang diselenggarakan oleh tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Gedung Juang pada Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (8/3)/Ist

Politik

Menko Airlangga Berharap Firli jadi Navigasi Upaya Pencegahan Korupsi

RABU, 08 MARET 2023 | 16:32 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengapresiasi dan berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah komando Firli Bahuri menjadi navigasi untuk upaya pencegahan korupsi dan menjaga optimisme di tengah ketidakpastian perekenomian saat ini.

Hal itu disampaikan langsung Airlangga saat memberikan sambutan di acara penandatanganan komitmen aksi pencegahan korupsi 2023/2024 yang diselenggarakan oleh tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Gedung Juang pada Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (8/3).

"Saya sampaikan apresiasi kepada KPK atas penyelenggaraan acara ini, semoga dapat menjadi navigasi yang baik untuk upaya pencegahan korupsi dan menjaga optimisme di tengah ketidakpastian perekonomian saat ini," ujar Airlangga.


Airlangga mengatakan, di tengah tantangan global, pemerintah memastikan bahwa pemulihan ekonomi efektif. Mengingat, pada 2022 kemarin, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh di angka 5,3 persen. Pertumbuhan itu diyakini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

"Di antara negara G20, ini pertumbuhan tertinggi kedua sesudah Saudi Arabia," kata Airlangga.

Selain itu kata Airlangga, pada 2023 ini, kemungkinan Indonesia menghadapi resesi hanya tiga persen. Artinya, 97 persen diharapkan tidak ada resesi.

"Pertumbuhan global diperkirakan melambat, dan IMF memprediksi pertumbuhan yang semula di prediksi 3,4 persen di tahun 2023, diturunkan menjadi 2,9 persen. Demikian pula dengan inflasi global dianggap sudah mulai mereda 6,6 persen. Indonesia tentu inflasinya lebih rendah dari global, yaitu di angka 5,5 persen," jelas Airlangga.

Airlangga menerangkan, bahwa sebagai sebuah bangsa yang besar, Indonesia menghadapi bonus demografi dalam 10 tahun ke depan. Mengingat, bonus demografi kata Airlangga, hanya terjadi satu kali dalam peradaban bangsa.

"Dan satu-satunya periode untuk masuk menjadi high income counter hanya pada saat negara masuk dalam bonus demografi. Ini dibuktikan oleh Korea, dibuktikan oleh Singapura, maka ini adalah momentum yang harus kita jaga 10 tahun ke depan," pungkas Airlangga.

Dalam acara ini, turut dihadiri oleh Ketua KPK Firli Bahuri, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly, dan para eselon satu dari berbagai kementerian yang terlibat dalam acara ini.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya