Berita

Wakil Presiden Maruf Amin melakukan pertemuan dengan Chairman Ezaki Glico Co Ezaki Katsuhisa di Hotel Imperial Osaka, Jepang/Net

Politik

Wapres Maruf Bahas Jejaring Ekosistem Halal Bersama Glico

SELASA, 07 MARET 2023 | 22:57 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah Indonesia diwakili Wakil Presiden Maruf Amin mendiskusikan ekosistem halal dunia bersama Chairman Ezaki Glico Co Ezaki Katsuhisa di Hotel Imperial Osaka, Jepang, Senin (6/3). Pertemuan itu digelar, seiring dengan cita-cita Indonesia menjadi Pusat Halal Dunia pada 2024.

Pada pertemuan itu, Wapres Maruf mengaku sangat mengapresiasi investasi Glico di Karawang sejak 2020 dan mulai produksi tahun lalu.

"Saya sangat apresiasi investasi Glico di Indonesia senilai hampir Rp 700 miliar yang memiliki fasilitas produksi modern, menghasilkan produk berkualitas, dan sudah mendapat sertifikasi halal," ujar Maruf.


Dia mengatakan, kehadiran Glico turut berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia. Termasuk dalam menyerap tenaga kerja serta meningkatkan keahlian teknis para pekerja Indonesia sesuai standar Jepang.

Sebagai upaya mendukung cita-cita Pemerintah Indonesia menjadikan Indonesia Pusat Produk Halal Dunia di 2024, Maruf meminta perluasan pasar produk halal. Menurutnya, sertifikasi produk halal sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas adalah muslim.

"Langkah Glico untuk mendapatkan sertifikasi halal sudah sangat tepat. Saya harap pabrik di Indonesia akan menjadi basis produksi utama, bukan hanya konsumen Indonesia, namun juga konsumen di negara-negara Asia Tenggara, Amerika Serikat, serta komunitas muslim secara global," tuturnya.

Dia pun mengimbau perlunya melakukan diversifikasi produk yang diakui halal. Ini guna mendukung jangkauan pasar lebih luas serta sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di Indonesia, dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

"Saya mendorong kerja sama aktif antara Glico dengan mitra-mitra di Indonesia, utamanya terkait manajemen keamanan pangan, dan kualitas produk untuk mendukung upaya ketahanan pangan di Indonesia," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya