PM Baru Kuwait, Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah/Net
Di tengah ketegangan politik antara pemerintah monarki dan parlemen Kuwait, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah membuat kebijakan yang cukup menggegerkan.
Pasalnya, ia memutuskan untuk kembali menunjuk Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah sebagai perdana menteri dan memintanya untuk mencalonkan kabinet.
Menurut kantor berita resmi KUNA pada Minggu (5/3), keputusan itu diambil sebulan setelah pemerintah mengakhiri gesekan dengan parlemen Kuwait.
Putra Mahkota memutuskan untuk menunjuk Sheikh Ahmad sebagai PM, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan awal, di mana anggota oposisi memperoleh keuntungan.
Ketegangan muncul kembali ketika anggota parlemen menekan pemerintah atas keringanan utang, di mana negara akan membeli pinjaman pribadi warga negara Kuwait.
Kebuntuan berkepanjangan antara pemerintah dan parlemen terpilih telah menghambat upaya produsen minyak Arab Teluk yang kaya itu untuk mendorong reformasi fiskal, termasuk undang-undang utang yang memungkinkan Kuwait memasuki pasar internasional.
Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59
KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20
Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14
Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51
Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39
Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27
Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20
Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14
Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi
Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46
Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG
Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36
Selengkapnya