PM Baru Kuwait, Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah/Net
Di tengah ketegangan politik antara pemerintah monarki dan parlemen Kuwait, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah membuat kebijakan yang cukup menggegerkan.
Pasalnya, ia memutuskan untuk kembali menunjuk Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah sebagai perdana menteri dan memintanya untuk mencalonkan kabinet.
Menurut kantor berita resmi KUNA pada Minggu (5/3), keputusan itu diambil sebulan setelah pemerintah mengakhiri gesekan dengan parlemen Kuwait.
Putra Mahkota memutuskan untuk menunjuk Sheikh Ahmad sebagai PM, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan awal, di mana anggota oposisi memperoleh keuntungan.
Ketegangan muncul kembali ketika anggota parlemen menekan pemerintah atas keringanan utang, di mana negara akan membeli pinjaman pribadi warga negara Kuwait.
Kebuntuan berkepanjangan antara pemerintah dan parlemen terpilih telah menghambat upaya produsen minyak Arab Teluk yang kaya itu untuk mendorong reformasi fiskal, termasuk undang-undang utang yang memungkinkan Kuwait memasuki pasar internasional.
Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08
Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48
Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34
Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19
Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04
Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54
KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43
TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28
Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27
Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17
Selengkapnya