PM Baru Kuwait, Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah/Net
Di tengah ketegangan politik antara pemerintah monarki dan parlemen Kuwait, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah membuat kebijakan yang cukup menggegerkan.
Pasalnya, ia memutuskan untuk kembali menunjuk Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah sebagai perdana menteri dan memintanya untuk mencalonkan kabinet.
Menurut kantor berita resmi KUNA pada Minggu (5/3), keputusan itu diambil sebulan setelah pemerintah mengakhiri gesekan dengan parlemen Kuwait.
Putra Mahkota memutuskan untuk menunjuk Sheikh Ahmad sebagai PM, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan awal, di mana anggota oposisi memperoleh keuntungan.
Ketegangan muncul kembali ketika anggota parlemen menekan pemerintah atas keringanan utang, di mana negara akan membeli pinjaman pribadi warga negara Kuwait.
Kebuntuan berkepanjangan antara pemerintah dan parlemen terpilih telah menghambat upaya produsen minyak Arab Teluk yang kaya itu untuk mendorong reformasi fiskal, termasuk undang-undang utang yang memungkinkan Kuwait memasuki pasar internasional.
Prediksi Mossad Gagal, Netanyahu Disebut Murka ke Direktur Intelijen
Senin, 23 Maret 2026 | 13:39
Kasus Andrie Yunus Bisa Diusut Timwas Intelijen DPR
Senin, 23 Maret 2026 | 13:23
Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz
Senin, 23 Maret 2026 | 13:09
Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran
Senin, 23 Maret 2026 | 12:53
Gebrakan Xiaomi SU7 2026: Ludes 15 Ribu Unit dalam 34 Menit, Daya Jelajah Tembus 900 Km!
Senin, 23 Maret 2026 | 12:37
H+2 Lebaran, Emas Antam Turun Rp50 Ribu
Senin, 23 Maret 2026 | 12:35
WFH Jangan Ganggu Kinerja Perusahaan, DPR Minta Pemerintah Hati-hati
Senin, 23 Maret 2026 | 12:31
124 Perusahaan Truk Kena Sanksi Saat Lebaran, Mayoritas Pelanggaran ODOL
Senin, 23 Maret 2026 | 12:08
Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa
Senin, 23 Maret 2026 | 11:27
DJP: Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta, Lapor SPT Tahunan Capai 8,7 Juta
Senin, 23 Maret 2026 | 11:03
Selengkapnya