PM Baru Kuwait, Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah/Net
Di tengah ketegangan politik antara pemerintah monarki dan parlemen Kuwait, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah membuat kebijakan yang cukup menggegerkan.
Pasalnya, ia memutuskan untuk kembali menunjuk Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah sebagai perdana menteri dan memintanya untuk mencalonkan kabinet.
Menurut kantor berita resmi KUNA pada Minggu (5/3), keputusan itu diambil sebulan setelah pemerintah mengakhiri gesekan dengan parlemen Kuwait.
Putra Mahkota memutuskan untuk menunjuk Sheikh Ahmad sebagai PM, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan awal, di mana anggota oposisi memperoleh keuntungan.
Ketegangan muncul kembali ketika anggota parlemen menekan pemerintah atas keringanan utang, di mana negara akan membeli pinjaman pribadi warga negara Kuwait.
Kebuntuan berkepanjangan antara pemerintah dan parlemen terpilih telah menghambat upaya produsen minyak Arab Teluk yang kaya itu untuk mendorong reformasi fiskal, termasuk undang-undang utang yang memungkinkan Kuwait memasuki pasar internasional.
DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana
Minggu, 12 April 2026 | 14:01
PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS
Minggu, 12 April 2026 | 13:52
Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK
Minggu, 12 April 2026 | 13:40
Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS
Minggu, 12 April 2026 | 13:34
Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi
Minggu, 12 April 2026 | 13:11
Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal
Minggu, 12 April 2026 | 13:08
Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil
Minggu, 12 April 2026 | 12:26
Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah
Minggu, 12 April 2026 | 12:23
Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi
Minggu, 12 April 2026 | 12:15
Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN
Minggu, 12 April 2026 | 12:01
Selengkapnya