PM Baru Kuwait, Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah/Net
Di tengah ketegangan politik antara pemerintah monarki dan parlemen Kuwait, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah membuat kebijakan yang cukup menggegerkan.
Pasalnya, ia memutuskan untuk kembali menunjuk Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah sebagai perdana menteri dan memintanya untuk mencalonkan kabinet.
Menurut kantor berita resmi KUNA pada Minggu (5/3), keputusan itu diambil sebulan setelah pemerintah mengakhiri gesekan dengan parlemen Kuwait.
Putra Mahkota memutuskan untuk menunjuk Sheikh Ahmad sebagai PM, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan awal, di mana anggota oposisi memperoleh keuntungan.
Ketegangan muncul kembali ketika anggota parlemen menekan pemerintah atas keringanan utang, di mana negara akan membeli pinjaman pribadi warga negara Kuwait.
Kebuntuan berkepanjangan antara pemerintah dan parlemen terpilih telah menghambat upaya produsen minyak Arab Teluk yang kaya itu untuk mendorong reformasi fiskal, termasuk undang-undang utang yang memungkinkan Kuwait memasuki pasar internasional.
Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran
Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14
Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki
Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00
Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla
Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37
Status MSCI Bukan Tanda Kiamat
Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21
Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia
Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06
Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta
Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37
Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita
Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17
MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja
Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06
Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi
Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35
Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan
Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15
Selengkapnya