PM Baru Kuwait, Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah/Net
Di tengah ketegangan politik antara pemerintah monarki dan parlemen Kuwait, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah membuat kebijakan yang cukup menggegerkan.
Pasalnya, ia memutuskan untuk kembali menunjuk Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah sebagai perdana menteri dan memintanya untuk mencalonkan kabinet.
Menurut kantor berita resmi KUNA pada Minggu (5/3), keputusan itu diambil sebulan setelah pemerintah mengakhiri gesekan dengan parlemen Kuwait.
Putra Mahkota memutuskan untuk menunjuk Sheikh Ahmad sebagai PM, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan awal, di mana anggota oposisi memperoleh keuntungan.
Ketegangan muncul kembali ketika anggota parlemen menekan pemerintah atas keringanan utang, di mana negara akan membeli pinjaman pribadi warga negara Kuwait.
Kebuntuan berkepanjangan antara pemerintah dan parlemen terpilih telah menghambat upaya produsen minyak Arab Teluk yang kaya itu untuk mendorong reformasi fiskal, termasuk undang-undang utang yang memungkinkan Kuwait memasuki pasar internasional.
Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito
Minggu, 08 November 2026 | 14:30
Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi
Minggu, 08 November 2026 | 14:26
Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya
Minggu, 08 November 2026 | 14:19
Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra
Minggu, 08 November 2026 | 14:02
Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo
Minggu, 08 November 2026 | 13:47
Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka
Minggu, 08 November 2026 | 13:42
Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil
Minggu, 08 November 2026 | 13:28
Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam
Minggu, 08 November 2026 | 13:08
Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah
Minggu, 08 November 2026 | 13:02
AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran
Minggu, 08 November 2026 | 12:40
Selengkapnya