PM Baru Kuwait, Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah/Net
Di tengah ketegangan politik antara pemerintah monarki dan parlemen Kuwait, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah membuat kebijakan yang cukup menggegerkan.
Pasalnya, ia memutuskan untuk kembali menunjuk Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah sebagai perdana menteri dan memintanya untuk mencalonkan kabinet.
Menurut kantor berita resmi KUNA pada Minggu (5/3), keputusan itu diambil sebulan setelah pemerintah mengakhiri gesekan dengan parlemen Kuwait.
Putra Mahkota memutuskan untuk menunjuk Sheikh Ahmad sebagai PM, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan awal, di mana anggota oposisi memperoleh keuntungan.
Ketegangan muncul kembali ketika anggota parlemen menekan pemerintah atas keringanan utang, di mana negara akan membeli pinjaman pribadi warga negara Kuwait.
Kebuntuan berkepanjangan antara pemerintah dan parlemen terpilih telah menghambat upaya produsen minyak Arab Teluk yang kaya itu untuk mendorong reformasi fiskal, termasuk undang-undang utang yang memungkinkan Kuwait memasuki pasar internasional.
Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada
Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25
Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah
Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20
8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara
Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00
10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47
Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42
UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30
Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24
13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23
Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23
Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11
Selengkapnya