PM Baru Kuwait, Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah/Net
Di tengah ketegangan politik antara pemerintah monarki dan parlemen Kuwait, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah membuat kebijakan yang cukup menggegerkan.
Pasalnya, ia memutuskan untuk kembali menunjuk Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah sebagai perdana menteri dan memintanya untuk mencalonkan kabinet.
Menurut kantor berita resmi KUNA pada Minggu (5/3), keputusan itu diambil sebulan setelah pemerintah mengakhiri gesekan dengan parlemen Kuwait.
Putra Mahkota memutuskan untuk menunjuk Sheikh Ahmad sebagai PM, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan awal, di mana anggota oposisi memperoleh keuntungan.
Ketegangan muncul kembali ketika anggota parlemen menekan pemerintah atas keringanan utang, di mana negara akan membeli pinjaman pribadi warga negara Kuwait.
Kebuntuan berkepanjangan antara pemerintah dan parlemen terpilih telah menghambat upaya produsen minyak Arab Teluk yang kaya itu untuk mendorong reformasi fiskal, termasuk undang-undang utang yang memungkinkan Kuwait memasuki pasar internasional.
Empat Penjudi Sabung Ayam Nekat Terjun ke Sungai Usai Digerebek Polisi
Selasa, 03 Maret 2026 | 03:59
Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal
Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51
Maung Bandung dan Bajul Ijo Berbagi Poin di GBT
Selasa, 03 Maret 2026 | 03:28
Umat Jangan Tergesa-gesa Simpulkan Pernyataan Menag soal Zakat
Selasa, 03 Maret 2026 | 02:59
Try Sutrisno dan Gerakan Kembali ke UUD 1945 Asli
Selasa, 03 Maret 2026 | 02:34
Iran Geram Kepemilikan Senjata Nuklir Israel Tak Disoal Dunia Internasional
Selasa, 03 Maret 2026 | 02:08
Aparat Sita Amunisi hingga Uang Tunai Usai Rebut Markas DPO KKB
Selasa, 03 Maret 2026 | 01:47
DPR Tugasi Bahtra Banong Bereskan Kasus Penipuan Travel di Sultra
Selasa, 03 Maret 2026 | 01:19
Wamen Ossy: Pemanfaatan AI Tunjang Pengelolaan Data Pertanahan
Selasa, 03 Maret 2026 | 01:00
Klaim Trump Incar Ali Khamenei untuk Bantu Rakyat Iran Cuma Bualan
Selasa, 03 Maret 2026 | 00:43
Selengkapnya