PM Baru Kuwait, Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah/Net
Di tengah ketegangan politik antara pemerintah monarki dan parlemen Kuwait, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah membuat kebijakan yang cukup menggegerkan.
Pasalnya, ia memutuskan untuk kembali menunjuk Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah sebagai perdana menteri dan memintanya untuk mencalonkan kabinet.
Menurut kantor berita resmi KUNA pada Minggu (5/3), keputusan itu diambil sebulan setelah pemerintah mengakhiri gesekan dengan parlemen Kuwait.
Putra Mahkota memutuskan untuk menunjuk Sheikh Ahmad sebagai PM, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan awal, di mana anggota oposisi memperoleh keuntungan.
Ketegangan muncul kembali ketika anggota parlemen menekan pemerintah atas keringanan utang, di mana negara akan membeli pinjaman pribadi warga negara Kuwait.
Kebuntuan berkepanjangan antara pemerintah dan parlemen terpilih telah menghambat upaya produsen minyak Arab Teluk yang kaya itu untuk mendorong reformasi fiskal, termasuk undang-undang utang yang memungkinkan Kuwait memasuki pasar internasional.
Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Bongkar Tiang Monorel
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39
Selengkapnya