PM Baru Kuwait, Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah/Net
Di tengah ketegangan politik antara pemerintah monarki dan parlemen Kuwait, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah membuat kebijakan yang cukup menggegerkan.
Pasalnya, ia memutuskan untuk kembali menunjuk Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah sebagai perdana menteri dan memintanya untuk mencalonkan kabinet.
Menurut kantor berita resmi KUNA pada Minggu (5/3), keputusan itu diambil sebulan setelah pemerintah mengakhiri gesekan dengan parlemen Kuwait.
Putra Mahkota memutuskan untuk menunjuk Sheikh Ahmad sebagai PM, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan awal, di mana anggota oposisi memperoleh keuntungan.
Ketegangan muncul kembali ketika anggota parlemen menekan pemerintah atas keringanan utang, di mana negara akan membeli pinjaman pribadi warga negara Kuwait.
Kebuntuan berkepanjangan antara pemerintah dan parlemen terpilih telah menghambat upaya produsen minyak Arab Teluk yang kaya itu untuk mendorong reformasi fiskal, termasuk undang-undang utang yang memungkinkan Kuwait memasuki pasar internasional.
KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras
Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27
DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir
Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22
GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis
Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17
Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan
Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11
KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari
Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05
Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera
Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33
Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak
Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28
Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga
Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24
Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks
Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20
Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu
Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17
Selengkapnya