PM Baru Kuwait, Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah/Net
Di tengah ketegangan politik antara pemerintah monarki dan parlemen Kuwait, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah membuat kebijakan yang cukup menggegerkan.
Pasalnya, ia memutuskan untuk kembali menunjuk Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah sebagai perdana menteri dan memintanya untuk mencalonkan kabinet.
Menurut kantor berita resmi KUNA pada Minggu (5/3), keputusan itu diambil sebulan setelah pemerintah mengakhiri gesekan dengan parlemen Kuwait.
Putra Mahkota memutuskan untuk menunjuk Sheikh Ahmad sebagai PM, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan awal, di mana anggota oposisi memperoleh keuntungan.
Ketegangan muncul kembali ketika anggota parlemen menekan pemerintah atas keringanan utang, di mana negara akan membeli pinjaman pribadi warga negara Kuwait.
Kebuntuan berkepanjangan antara pemerintah dan parlemen terpilih telah menghambat upaya produsen minyak Arab Teluk yang kaya itu untuk mendorong reformasi fiskal, termasuk undang-undang utang yang memungkinkan Kuwait memasuki pasar internasional.
Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa
Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52
Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas
Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34
Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini
Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17
PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita
Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55
MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa
Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30
Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond
Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05
Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat
Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45
Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU
Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37
BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah
Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16
Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional
Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03
Selengkapnya