PM Baru Kuwait, Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah/Net
Di tengah ketegangan politik antara pemerintah monarki dan parlemen Kuwait, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah membuat kebijakan yang cukup menggegerkan.
Pasalnya, ia memutuskan untuk kembali menunjuk Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah sebagai perdana menteri dan memintanya untuk mencalonkan kabinet.
Menurut kantor berita resmi KUNA pada Minggu (5/3), keputusan itu diambil sebulan setelah pemerintah mengakhiri gesekan dengan parlemen Kuwait.
Putra Mahkota memutuskan untuk menunjuk Sheikh Ahmad sebagai PM, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan awal, di mana anggota oposisi memperoleh keuntungan.
Ketegangan muncul kembali ketika anggota parlemen menekan pemerintah atas keringanan utang, di mana negara akan membeli pinjaman pribadi warga negara Kuwait.
Kebuntuan berkepanjangan antara pemerintah dan parlemen terpilih telah menghambat upaya produsen minyak Arab Teluk yang kaya itu untuk mendorong reformasi fiskal, termasuk undang-undang utang yang memungkinkan Kuwait memasuki pasar internasional.
Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu
Rabu, 02 September 2026 | 22:09
Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam
Rabu, 02 September 2026 | 21:49
BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG
Rabu, 02 September 2026 | 21:21
DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati
Rabu, 02 September 2026 | 21:04
Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak
Rabu, 02 September 2026 | 20:45
Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus
Rabu, 02 September 2026 | 20:22
Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna
Rabu, 02 September 2026 | 19:46
Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo
Rabu, 02 September 2026 | 19:30
Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan
Rabu, 02 September 2026 | 19:23
Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi
Rabu, 02 September 2026 | 19:17
Selengkapnya