Berita

Xanana Gusmao mantan Presiden Timor Leste,yang juga merupakan mantan panglima perang yang pernah mengupayakan kemerdekaan Timor Leste/Net

Global

Mantan Presiden Timor Leste Pernah Dikepung Ribuan Militer Indonesia

SENIN, 06 MARET 2023 | 11:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Mantan presiden pertama saat Timor Leste merdeka, Xanana Gusmao, pernah lolos dari kepungan tujuh batalyon militer Indonesia sebelum akhirnya berhasil ditangkap, ketika ia menjadi panglima perang FALINTIL.

Dalam kisahnya yang dibagikan kepada warga suku Soru Kraik-Ainaro pada 27 Februari lalu, Xanana bercerita bahwa ia pernah dikepung selama 7 hari oleh ribuan pasukan militer Indonesia yang saat itu tengah menginvasi Timor Leste.

“Tujuh batalion militer Indonesia mengepung kami selama tujuh hari dan kami sudah merasa sangat lapar tetapi sangat sulit keluar dari tempat persembunyian untuk mencari makanan,"kata Xanana, dimuat Oekusi Post.


“Waktu itu saya membawa 12 orang pasukan FALINTIL, dan saat kami mau lari kedalam hutan kopi terjadi perang senjata dengan militer Indonesia dan diantara 12 orang FALINTIL itu hanya tiga orang yang lolos dan masih hidup hingga hari ini,” tambahnya.

Invasi Indonesia atas Timor Leste atau yang disebut sebagai Operasi Seroja dilakukan pada 7 Desember 1975 di bawah perintah Presiden Soeharto yang meminta pengerahan sekitar 35 ribu pasukan.

Kala itu, Xanana merupakan seorang tentara Portugis dengan pangkat kopral yang bertugas di Atabae. Ketika ia akan pindah ke desa lain, militer Indonesia sudah menduduki daerah Tibar yang membuat ia terjebak di sana, dan tetap melanjutkan perang dengan Indonesia atas permohonan langsung dari wakil Presiden Nicolau dos Reis Lobato.

Operasi itu telah memakan korban ratusan ribu warga sipil, pasukan FALINTIL, dan militer Indonesia. Saat pengepungan terjadi, atas usulan dari salah satu timnya, Xanana memutuskan untuk berdoa dan meminta perlindungan.

Saat itu,  menurutnya terjadi awan dan hujan lebat sehingga membuat ia dan timnya berhasil lolos untuk mencari makanan.

Setelah lolos dari pengepungan, Xanana menggantikan tempat persembunyiannya di tengah-tengah pos militer Indonesia di Suro Kraik. Ia bersembunyi di sebuah lubang yang digali di dalam rumah seorang warga Suro Kraik yang sangat berdekatan dengan sebuah pos militer Indonesia.

Pada 20 November 1992, setelah melakukan pelarian panjang, Xanana berhasil ditangkap oleh militer di bawah lubang tersebut. Ia dibawa ke LP Cipinang.

Lubang menjadi sejarah perjuangan Xanana. Untuk menghormati sejarahnya, lubang itu diberi nama sebagai Taman Resistensi Xanana Gusmão dan combatants FALINTIL.

Seorang warga yang bersedia rumahnya dijadikan persembunyian oleh Xanana, pernah meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki rumahnya.

“Saya meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki rumah kecil ini karena Xanana telah bersembunyi di lubang ini untuk memperjuangkan negara kita ini sampai merdeka," ujar Veteran Mauquinta “Lemorai”.

Xanana Gusmão merupakan sosok pemuda gerilyawan yang terlibat langsung dalam pelepasan Timor-Leste dari Republik Indonesia. Ia menjadi tahanan politik selama tujuh tahun, dan dibebaskan pada 1999 lalu. Atas perjuangannya itu, ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri keempat pada 2007-2015 silam.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya