Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron/RMOLJabar

Politik

Minta Dirut Tanggung Jawab Tragedi Depo Plumpang, Herman Khaeron: Ini Menyangkut Kredibilitas Pertamina

SABTU, 04 MARET 2023 | 23:24 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kebakaran hebat yang melanda pipa bahan bakar minyak (BBM) di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, sangat disayangkan banyak pihak. Terlebih ada belasan korban jiwa melayang dalam insiden tersebut.

Karena itulah, anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, meminta Dirut Pertamina untuk bertanggung jawab.

Pria yang akrab disapa Hero ini menuturkan, saat melakukan rapat dengan Pertamina Plumpang dirinya sering memperingatkan akan potensi bahaya kepada penduduk sekitar bila terjadi bencana kebakaran.


"Di rapat dengan Pertamina saya selalu mengingatkan jika terjadi kebakaran di Depo Pertamina Plumpang berpotensi membahayakan penduduk di sekitarnya dan berulang kali diingatkan. Saat ini terjadi kebakaran dan jatuh korban jiwa dari masyarakat. Ini perlu evaluasi HSSE di Pertamina," ucapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (4/3).

"Ini Dirut Pertamina kalau ada masukan atau pandangan dari wakil rakyat, sepertinya tidak pernah didengar dan diterapkan di lapangan. Karena tidak sesuai dengan apa yang disampaikan kepada kami saat dalam forum," lanjutnya.

Saat jadi pimpinan Komisi VIII, dirinya pun sudah sering menyampaikan bila industri minyak ini harus memperhatikan seluruh aspek. Karena ada potensi bahaya besar bila terjadi kecelakaan kerja.

“Tidak hanya, pegawai yang jadi korban masyarakat pun terkena dampaknya," ujar Hero.

Hero menambahkan, kejadian terbakarnya depo Pertamina sudah beberapa kali terjadi. Seperti di Cilacap, Rokan Hulu, Indramayu, dan saat ini terjadi lagi di Plumpang.

"Tentu ini bukan sesuatu hal yang menjadi kelengahan, karena sudah beberapa kali terulang.  Pertamina harus menerapkan kaidah-kaidah terhadap keamanan keselamatan dan bagaimana juga lingkungannya yang lebih bisa memproteksi supaya tidak terjadi yang membahayakan bagi masyarakat," tuturnya.

Hero juga meminta  Pertamina ke depan melakukan audit terhadap berbagai kawasan satu wilayah yang memiliki dampak resiko besar terhadap masyarakat.

"Sekarang sudah ada korban jiwa. Jadi bukan kemudian diobati dibantuin selesai, bukan di situ konteksnya. Ini karena menyangkut kredibilitas Pertamina," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya