Berita

Jurubicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby/Net

Dunia

Ratusan Siswi Iran Keracunan, AS: Memprihatinkan

JUMAT, 03 MARET 2023 | 19:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keprihatinan mendalam disampaikan Amerika Serikat (AS) kepada ratusan siswi Iran yang menjadi korban serangan racun di sekolah dalam beberapa bulan terakhir.

Jurubicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh dan transparan tentang penyebab keracunan yang dialami siswi-siswi Iran.

"Ini sangat memprihatinkan, berita yang keluar dari Iran,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby, seperti dimuat Al Arabiya pada Jumat (3/3).


Sejauh ini, Presiden Iran Ebrahim Raisi telah membentuk komite khusus untuk menyelidiki kasus keracunan yang telah dilaporkan di belasan kota.

"Siswi-siswi yang pergi ke sekolah seharusnya hanya perlu khawatir tentang belajar. Mereka seharusnya tidak perlu khawatir tentang keamanan fisik mereka sendiri," ucap Kirby.

Dalam tiga bulan terakhir, publik Iran dibuat geram sekaligus bingung dengan banyaknya siswi yang mengalami keracunan.

Fenomena keracunan ini berawal sejak akhir November tahun lalu di Kota Qom. Sekitar 50 siswi tiba-tiba jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit. Insiden serupa kemudian terjadi di beberapa sekolah lain di Qom, Borujerd, dan Ardebi.

Sejauh ini keracunan pada siswi telah tercatat di 15 kota. Belum diketahui berapa banyak siswi yang sakit, tetapi diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan.

Keracunan yang dialami siswi meliputi sakit kepala dan mual. Ada juga beberapa siswi yang mengalami kelumpuhan sementara. Bahkan terdapat laporan seorang siswi di Qom meninggal dunia.

Meski belum diketahui penyebab pasti dari keracunan ini, tetapi diduga kuat ada kaitannya dengan upaya kelompok agama tertentu yang menginginkan anak perempuan berhenti bersekolah.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya