Berita

Peter Obi dari Partai Buruh yang masuk dalam urutan ketiga capres Nigeria, berbicara kepada media. Siap gugat kemenangan Bola Ahmed Tinubu/Net

Dunia

Kemenangan Tinubu Dianggap Curang, Peter Obi dari Partai Buruh Siap Gugat Hasil Pilpres Nigeria

JUMAT, 03 MARET 2023 | 07:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemilihan umum Nigeria yang mengantarkan Bola Ahmed Tinubu sebagai pemenang akan mendapatkan tantangan setelah lawannya, kandidat presiden Peter Obi, yang berada di urutan ketiga, mengumumkan bahwa ia akan menggugat hasil pemilu ke pengadilan.

Keputusan kandidat dari Partai Buruh (LP) itu disampaikan di Inu Kota Abuja pada Kamis (2/3) waktu setempat.

"Kami akan menjajaki semua opsi legal dan damai untuk mendapatkan kembali mandat kami," kata Obi, seperti dikutip dari Africa News.


Obi meyakini pihaknya lebih unggul dalam perolehan suara.

"Kami memenangkan pemilu dan kami akan membuktikannya kepada warga Nigeria," ujarnya.

Menurut Komisi Pemilihan (Inec), Tinubu dari Partai Kongres Semua Progresif (APC) berhasil memenangkan pemilihan presiden dengan lebih dari 8,8 juta suara.

Mantan gubernur Lagos berusia 70 tahun itu akan menggantikan presiden Muhammadu Buhari (80) yang telah dikritik akibat ledakan kemiskinan dan keamanan selama dua masa jabatannya.

Peter Obi (61) seorang calon yang difavoritkan kalangan muda berada di urutan ketiga dengan 25 persen suara, yang pertama dalam sejarah demokrasi Nigeria untuk orang luar dari dua kelompok politik utama. Sementara kandidat Partai Demokratik Rakyat Atiku Abubakar berada di posisi kedua dengan dengan hampir 7 juta suara.

Pemilu yang umumnya berlangsung damai ditandai dengan penundaan penghitungan suara dan kegagalan besar dalam pengiriman hasil secara elektronik, membuat marah banyak pemilih dan partai oposisi yang mengklaim bahwa pemungutan suara telah dicurangi secara besar-besaran.

"Pemilu ini akan menjadi salah satu yang paling kontroversial yang pernah diadakan di Nigeria," kata Obi.

"Rakyat Nigeria sekali lagi telah dirampok oleh para pemimpin kami yang seharusnya dipercaya," katanya.

Di masa lalu, pemilu di negara terpadat di Afrika itu sering diwarnai tuduhan penipuan dan kekerasan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya