Berita

Komisi Pemberantasan Korupsi/Ist

Hukum

Pakar: KPK Bisa Jemput Paksa Arsjad Rasjid Jika Mangkir Lagi

JUMAT, 03 MARET 2023 | 01:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pakar hukum pidana, Abdul Fickar Hadjar, mengingatkan Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Arsjad Rasjid, agar kooperatif, terkait panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Siapapun yang dipanggil dalam rangka penegakan hukum harus datang,” kata Abdul Fickar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/3).

Arsjad sebelumnya mangkir panggilan pertama yang dilayangkan KPK untuk diperiksa terkait dengan kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Saat itu, Arsjad mengaku tengah menjalani ibadah umrah.


KPK berencana bakal melayangkan panggilan kedua kepada Arsjad. Menurut Fickar, jika panggilan kedua kembali mangkir, maka KPK bisa melakukan penjemputan paksa yakni berupa penangkapan.

“Jika tanpa alasan yang sah, dipanggil dua kali tidak datang maka akan dipanggil paksa, yaitu didatangi dan dibawa paksa,” kata Fickar.

Lebih baik, Fickar menyarankan agar Arsjad kooperatif, untuk diperiksa KPK, karena soal statusnya nanti sebagai saksi atau langsung ditetapkan sebagai tersangka akan ditentukan oleh tim penyidik usai diperiksa.

“Soal statusnya apakah sebagai saksi atau tersangka, akan ditentukan kemudian oleh penyidik setelah selesai pemeriksaan,” demikian Fickar.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyampaikan bahwa pihaknya masih membutuhkan keterangan Arsjad Rasjid untuk melengkapi bukti kasus suap dan gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe, oleh sebabnya KPK bakal melayangkan panggilan kedua.

“Tentu kalau penyidik menganggap bahwa keterangan yang bersangkutan (Arsjad Rasjid) itu sangat penting dalam rangka untuk mendapatkan alat bukti yang cukup, pasti akan dipanggil ulang," ujar Alex di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa siang (28/2).

KPK juga sebelumnya pernah memeriksa anak buah Arsjad Rasjid, Senior Manager Corporate Affairs di PT Indika Energy Tbk, Kiki Otto Kurniawan terkait dengan status apartemen yang ditinggali Lukas selama berada di Jakarta.

“Saksi hadir dan didalami mengenai status apartemen di Jakarta yang menjadi tempat tinggal tersangka Lukas Enembe dan keluarganya," demikian kata Jurubicara KPK, Ali Fikri kepada redaksi, Jumat 30 Desember 2022.

Pemeriksaan ini sebagai tindak lanjut KPK setelah sebelumnya menggeledah apartemen dan kediaman Lukas Enembe di Jakarta pada Rabu (9/11) silam. Saat penggeledahan tersebut, KPK mengamankan sejumlah dokumen, bukti elektronik, catatan keuangan, uang tunai dalam bentuk rupiah dan emas batangan.



Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya