Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Hasil Pilpres akan Pengaruhi Pilgub DKI

OLEH: TONY ROSYID
KAMIS, 02 MARET 2023 | 11:28 WIB

BEBERAPA bulan setelah pilpres, giliran pilkada digelar. Termasuk Pilkada DKI. Mengapa Pilkada DKI menarik? Pertama, DKI adalah Center of Indonesia. DKI adalah pintu masuk Indonesia. Meski 2024 tidak menjadi ibukota lagi, tetap Jakarta adalah kota metropolitan dengan aktivitas terpadat di Indonesia.

Kedua, siapapun yang menjadi Gubernur DKI, dia punya kans ke RI-1. Branding Gubernur DKI untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia sangat kuat. Jokowi telah membuka jalur, kemudian dilanjutkan oleh Anies Baswedan.

Ketiga, situasi politik di DKI sedang sangat dinamis. Hadirnya Jokowi dan Anies sebagai mantan Gubernur DKI serta dinamika Pilgub DKI 2017 kemarin telah menghidupkan suasana politik DKI cukup hangat dan jadi perhatian masyarakat seluruh Indonesia.


Banyak faktor yang membuat Pilgub DKI di 2024 itu seksi. Karena itu, Pilgub DKI akan menjadi pertarungan yang tidak kalah ramai dan menarik dari Pilpres 2024. Hasil Pilpres 2024 juga akan memberikan pengaruh terhadap Pilgub DKI.

Jika Anies Baswedan maju dan menang pada Pilpres 2024, maka partai anggota Koalisi Perubahan punya kans besar untuk memenangkan Pilgub DKI. Kader Nasdem, PKS, dan Demokrat punya peluang untuk maju. Akan lebih besar peluangnya jika Koalisi Perubahan mengusung satu paket calon.

Siapa para tokoh dari Koalisi Perubahan yang dalam pembicaraan internal mulai disebut dan dimunculkan namanya?

Di Nasdem, ada Ahmad Ali. Waketum Nasdem ini hampir setiap hari muncul namanya di media. Ali, panggilan akrab Ahmad Ali saat ini menjadi orang yang sangat dekat dan akrab dengan Anies.

Ahmad Ali juga menjadi operator kampanye Anies di lapangan. Ini bisa menjadi pintu Ahmad Ali untuk melanjutkan kinerja dan program yang sudah Anies buat di DKI Jakarta.

Ahmad Ali bisa menjadi partner Anies dalam menjalankan program-program berkelanjutan di DKI. Jika Anies Presiden dan Ahmad Ali Gubernur DKI, ini akan menjadi keberlanjutan dalam mewujudkan cita-cita dan impian Anies di DKI. Selain tentu saja program kolaborasi Pemerintahan Pusat-DKI akan lebih mudah untuk dieksekusi.

Pengalaman politik dan popularitas Ahmad Ali, ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Tengah ini, memenuhi syarat untuk maju di Pilgub DKI Jakarta. Apalagi, Ahmad Ali, politikus kawakan ini berasal dari partai menengah yaitu Nasdem yang juga punya TV Nasional (Metro TV).

Terutama jika Anies menang di pilpres, pintu Nasdem sebagai partai pertama yang mendeklarasikan Anies akan lebih diuntungkan untuk memainkan Pilgub DKI 2024.

Di PKS, ada Mardani Ali Sera, Sohibul Iman, dan Ahmad Syaikhu. Mardani cukup populer sejak menjadi ketua timses Anies yang sukses di Pilgub DKI 2017. Namanya makin populer ketika menyuarakan "Ganti Presiden" di Pilpres 2019. Mardani punya kans yang cukup besar untuk maju di Pilgub DKI 2024.

Siapa kader Demokrat yang memenuhi syarat kapasitas dan popularitas untuk diusung ke pilgub DKI? Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tampaknya belum tergantikan dari sisi popularitas. Perlu kerja keras untuk memunculkan nama lain selain AHY.

Di luar Koalisi Perubahan ada nama Risma dan Gibran dari PDIP. Ada nama Sandiaga Uno dari Gerindra.

Sejumlah nama nonpartai juga telah menjadi pembicaraan para elite. Di antaranya Erick Thohir yang sekarang menjabat Menteri BUMN, dan Agus Suparmanto, mantan Menteri Perdagangan. Seorang pengusaha yang sejak 2019 telah membulatkan tekat untuk berkiprah di dunia politik.

Nama Adhyaksa Dault, mantan Menpora era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga muncul kembali dalam perbincangan cagub DKI.

Pascapilpres Februari 2024, media dan medsos akan dipenuhi berita konstalasi Pilgub DKI. Nama-nama calon di atas kemungkinan yang akan ikut berlaga. Kerja politik akan sangat masif untuk mendorong para kandidat, baik dari partai maupun nonpartai.

Siapa yang akan masuk bursa? Kita tunggu.

Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya