Berita

Polisi menemukan lokasi pembantaian model Hong Kong Abby Choi lewat catatan GPS/Net

Global

Lewat GPS Polisi Temukan Lokasi Pembunuhan Abby Choi, Ini Kronologisnya

KAMIS, 02 MARET 2023 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Terungkapnya kasus pembunuhan keji model Hong Kong Abby Choi oleh mantan suaminya tidak lepas dari kegigihan pihak kepolisian Hong Kong.

Diawali dengan mempelajari catatan Sistem Pemosisi Global (GPS), polisi akhirnya berhasil mengungkap lokasi kejadian di Desa Tai Po di mana Choi dihabisi dan mayatnya dipotong-potong.

Lebih dari 150 detektif dari unit kejahatan regional Kowloon West ditugaskan pada Kamis sore pekan lalu untuk menyelidiki hilangnya sosialita berusia 28 tahun itu setelah kecurigaan diajukan oleh keluarga lewat unit orang hilang.


Choi, ibu empat anak, dilaporkan hilang pada Selasa pekan lalu. Dia terakhir terlihat di perumahan mewah di Kadoorie Hill eksklusif kota di Ho Man Tin pada hari yang sama. Mantan suaminya, Alex Kwong, beserta orangtua dan kakak laki-laki, tinggal di rumah mewah itu.

Tinjauan rekaman kamera pengawas (CCTV) menunjukkan Choi dijemput di perkebunan dengan kendaraan  yang dikemudikan oleh kakak Alex Kwong, yang selama ini bekerja sebagai sopir Choi, sebelum dia hilang.

"Polisi kemudian memeriksa catatan GPS kendaraan dan meninjau rekaman kamera keamanan untuk menemukan Choi," menurut salah satu sumber kepada SCMP.

Hasil GPS menunjukkan kendaraan itu mengarah ke Desa Tai Po. Puluhan petugas bergerak ke lokasi tersebut.

Petugas kemudian menanyai tetangga sekitar, dari pintu ke pintu, sambil terus memantau hasil pelacakan dari CCTV setempat dan dari rekaman kamera dasbor kendaraan yang diparkir di daerah tersebut.

Pada Jumat sore, dalam waktu 24 jam setelah tiba di desa, pasukan mengidentifikasi flat di lantai dasar sebuah rumah berlantai tiga sebagai TKP.

Polisi menemukan bagian tubuh yang terpotong-potong, yang diyakini sebagai bagian tubuh Choi, di dalam kulkas. Juga ditemukan potongan tubuh di salah satu dari dua panci sup besar yang disita dari properti tersebut.

Petugas juga menyita penggiling daging, gergaji listrik, dan pisau dari lokasi kejadian.

Inspektur Alan Chung Nga-lun dari unit kejahatan regional Kowloon West mengatakan pada Selasa (28/2) bahwa rekaman keamanan menunjukkan seseorang Rabu lalu telah membuang barang bukti di tempat pengumpulan sampah di desa Tai Po.

Penemuan tersebut memicu pencarian tempat pembuangan sampah di Ta Kwu Ling di New Territories.

Lebih dari 120 petugas dikerahkan Selasa dan Rabu. Mengenakan alat pelindung, mereka menyaring sepetak tempat pembuangan sampah dengan bantuan ekskavator dan buldoser, tetapi tidak ada temuan signifikan hari itu.

Polisi selama akhir pekan lalu juga melakukan pencarian di pemakaman di Tseung Kwan O dan berpindah menyusuri selokan di Lung Mei Tsuen, tetapi tak ada hasil.

Mantan suami Choi, Alex Kwong Kong-chi, mantan ayah mertua dan mantan kakak iparnya didakwa melakukan pembunuhan sementara ibunya didakwa menghalangi  penyelidikan dengan keterangan palsu. Keempatnya ditahan tanpa jaminan pada Senin.

Tersangka kelima, seorang wanita berusia 47 tahun, ditangkap pada Minggu karena diduga membantu dan bersekongkol dengan tersangka pembunuhan tersebut.  

"Dia dibebaskan dengan jaminan pada hari Selasa, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut, tetapi harus melapor ke polisi akhir bulan ini," kata kepolisian.

Wanita itu, bermarga Ng, bekerja sebagai tukang pijat. Ia diduga kekasih gelap mantan ayah mertua Choi dan dituduh membantunya menyewa rumah di desa tersebut. Pasangan ini telah menjalin hubungan selama sekitar enam bulan. Dia juga diduga membantu Alex Kwong bersembunyi dari incaran polisi.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pencarian sisa tubuh Choi, termasuk badan dan tangannya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya