Berita

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin /RMOL

Politik

PAN Dukung Ganjar - PDIP Berang, Pengamat: Megawati Sedang Mengulur Waktu

SELASA, 28 FEBRUARI 2023 | 09:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sinyal Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (Bacapres) membuat PDIP berang. Sementara partai banteng moncong putih itu tak kunjung mengumumkan figur andalannya.

“Apakah Megawati belum punya pendirian? Saya tidak tahu,” kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (28/2).

Dia meyakini Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sudah menentukan Bacapres yang akan diusung, dari kader internal. Dia hanya ingin mengulur-ulur waktu, sembari memainkan strategi politiknya.


“Tentu Megawati punya strategi sendiri untuk mengumumkan Bacapres, di saat yang tepat. PDIP tidak grusa-grusu, karena sudah punya golden ticket 20 persen (presidential threshold). PDIP sedang pasang kuda-kuda,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu juga mengatakan, sebenarnya Bacapres PDIP sudah sering disampaikan Megawati, bahwa dia kader PDIP.

“Nah, kalau bukan Puan Maharani, ya Ganjar Pranowo!” tandasnya.

“Jadi Megawati cuma mengulur-ulur waktu, karena sedang diperhatikan Ketum Parpol lain, Jokowi, termasuk rakyat Indonesia. Dia santai-santai saja, agar strateginya tak diketahui sejak awal oleh lawan politik,” pungkas Ujang.

Sebelumnya Wasekjen PDIP, Sadarestuwati, menegaskan, mengedepankan etika dalam berpolitik sangat penting. Apalagi Gubernur Jawa Tengah itu masih kader PDIP.

“Seperti pernah saya sampaikan, etika politik sangat penting dan harus dikedepankan. Jangan sampai main serobot, apalagi Pak Ganjar sampai saat ini masih kader dan petugas partai PDI Perjuangan,” tegasnya kepada wartawan, Senin (27/2).

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya