Berita

Potret runtuhnya bangunan yang terjadi di Turki/Net

Dunia

Pihak Berwenang Turki Tangkap 180 Orang terkait Runtuhnya Ratusan Ribu Bangunan

SENIN, 27 FEBRUARI 2023 | 09:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pihak berwenang Turki menangkap 180 orang yang dianggap bertanggung jawab atas runtuhnya ratusan bangunan saat gempa mengguncang negara itu pada 6 Februari.

Menurut Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag, sebagian besar yang ditangkap adalah kontraktor dan pengelola gedung yang harus mempertanggungjawabkan kerusakan massal.

Kasus itu dibuka oleh Ankara setelah 160 ribu bangunan luluh lantah akibat guncangan gempa bumi yang mengakibatkan jutaan orang kini kehilangan tempat tinggalnya di tengah cuaca dingin yang mematikan.


“Hampir 80 kontraktor bangunan termasuk di antara mereka yang ditahan, serta 13 orang yang melakukan perubahan pada bangunan. Saat ini tidak ada puing yang dipindahkan tanpa mencari bukti,” ujar menteri Bozdag.

Sejauh ini, berdasarkan laporan dari The National News pada Minggu (26/2), lebih dari 600 orang telah diselidiki atas runtuhnya bangunan, termasuk seorang walikota di provinsi Gaziantep yang juga terkait dengan pembangunan gedung di wilayahnya.

Saat ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sendiri telah berjanji untuk sepenuhnya membangun kembali daerah yang dilanda gempa dalam kurun waktu satu tahun, yang akan dimulai pada awal Maret mendatang.

Sekitar 200.000 rumah dalam dua sampai tiga bulan ke depan akan segera dibangun untuk korban gempa, dengan tidak akan ada lagi bangunan yang memiliki tinggi dari empat lantai, dan akan memperhitungkan jarak dari garis patahan.

Selain itu, pihak berwenang juga akan berupaya untuk mengurangi kepadatan di area yang sebelumnya dibangun, untuk menghindari terulangnya insiden yang telah memakan puluhan ribu korban jiwa.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya