Berita

Saiful Anam /RMOL

Politik

Saiful Anam: Kaesang Mulai Sebar Stigma bahwa Dinasti Politik Itu Lumrah

SENIN, 27 FEBRUARI 2023 | 07:35 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Keluarga Presiden Joko Widodo dianggap menyetujui dinasti politik, setelah Kaesang Pangarep menyadari bahwa kakaknya, Gibran Rakabuming Raka, tidak akan terpilih sebagai Walikota Solo jika bukan karena faktor orang tuanya yang presiden.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menanggapi video berdurasi 1 menit 24 detik yang memperlihatkan Kaesang bersama komedian, Mohammed Yusran Farid Alkatiri alias Mamat Alkatiri, Bang Ijal, dan Muhammad Rizki Rakelna alias Rigen.

"Saya lihat, Mamat Alkatiri saja paham, apalagi masyarakat yang mulai melek politik. Publik tidak dapat dibodohi dengan adanya dinasti politik Jokowi," tutur Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (27/2).


Apalagi, kata akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, Kaesang mengamini bahwa bila Gibran bukan anak Presiden Jokowi, tidak mungkin mendapatkan suara hingga 90 persen.

"Publik melihat bahwa Kaesang pun sadar bila bukan anak presiden, tidak mungkin Gibran mendapatkan dukungan suara signifikan pada Pilkada, dan akhirnya menjabat Walikota Solo," kata Saiful.

Terlebih sikap Kaesang yang tertawa saat Mamat menyatakan agar dimaklumi jika publik menyatakan bahwa dinasti politik, itu menunjukkan dan menguatkan bahwa keluarga Jokowi setuju terhadap adanya dinasti politik.

"Bisa jadi ini awal pertunjukan Kaesang untuk melengkapi kiprah keluarga Jokowi pada panggung dinasti politik di Indonesia. Saya kira, meski dalam suasana bercanda, apa yang disampaikan Gibran merupakan pintu masuk sebagai penyempurna dirinya di kancah panggung dinasti politik di Indonesia," papar Saiful.

Dia menduga, pada akhirnya Kaesang juga akan terjun ke politik dan mendapat jabatan pada 2024. Entah sebagai anggota DPR RI, atau justru menggantikan Gibran sebagai Walikota Solo.

"Kaesang sudah ancang-ancang untuk 2024 dan mulai menyebar stigma bahwa dinasti politik adalah hal yang lumrah dan biasa. Ini berbahaya bagi perkembangan demokrasi, di mana pada akhirnya panggung politik hanya dikuasai segelintir keturunan trah tertentu," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya