Berita

Perempuan Amanat Nasional (Puan) menyiapkan calon anggota legislatif perempuan berkualitas dan siap bertarung di Pileg 2024 /RMOL

Politik

"Puan" Dukung Keterwakilan Perempuan di Pileg 2024

MINGGU, 26 FEBRUARI 2023 | 13:11 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Keterwakilan perempuan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 diyakini menjadi salah satu cara mengadvokasi isu-isu perempuan. Untuk itu, Perempuan Amanat Nasional (Puan) mengajak semua berperan aktif dan mendukung.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Puan, Putri Zulkifli Hasan, mengatakan, pihaknya menyiapkan calon-calon anggota legislatif perempuan berkualitas, dan siap bertarung di Pileg 2024.

"Langkah itu sebagai upaya meningkatkan keterwakilan perempuan di ranah politik," katanya, saat Pembukaan Workshop dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemenangan Pemilu PAN di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/2).


Putri Zulhas juga menjelaskan, keterlibatan perempuan dalam politik bisa menjadi salah satu cara untuk mengadvokasi isu-isu perempuan.

"Kurangnya perwakilan perempuan di legislatif berdampak pada minimnya penanganan isu-isu perempuan. Karena itu perlu upaya menghasilkan Caleg perempuan berkualitas dan siap bertarung di Pileg 2024, seperti dilakukan Puan," kata Putri.

Selain berdampak positif, kata Putri, keterwakilan perempuan di politik juga bisa memberi manfaat langsung kepada masyarakat secara luas. Bahkan dapat mempengaruhi pembuatan kebijakan publik yang lebih inklusif dan berpihak kepada perempuan.

Dengan terciptanya keterwakilan perempuan yang lebih baik di dalam politik, kata Putri, tentu dapat meningkatkan partisipasi perempuan, serta memperkuat kepentingan dan posisi perempuan di dalam masyarakat.

"Puan mengajak semua pihak bersama-sama berkontribusi dan berperan aktif. Sebab, dengan adanya dukungan yang solid, maka tercipta keterwakilan perempuan yang lebih baik di politik," pungkas Putri.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya