Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Belajar dari Rusia, China Bisa Saja Luncurkan Serangan Cepat ke Taiwan

SABTU, 25 FEBRUARI 2023 | 07:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

China kemungkinan akan mengambil banyak pelajaran dari perang Rusia dan Ukraina yang berlangsung selama setahun terakhir.

Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng mengemukakan hal tersebut dan  mengatakan China kemungkinan besar berencana melakukan serangan cepat pada Taipei.

"Perang Rusia-Ukraina telah membawa pelajaran besar bagi mereka. Mereka pasti akan mencari kecepatan," kata Chiu, di sela-sela pertemuan parlemen, seperti dimuat CNA News, Jumat (24/2).


Jika serangan cepat China benar-benar terjadi, menurut Chiu, itu tidak akan mudah karena mereka harus menyeberangi Selat Taiwan yang memisahkan kedua negara.

"Mereka masih harus mengatasi ini. Itu tidak akan secepat satu atau dua minggu," ujarnya.

Ukraina telah memenangkan dukungan publik yang luas di Taiwan, di mana bantuan kemanusiaan telah dikirim dari Taipei. Chiu juga menilai bahwa ada strategi yang tidak dilakukan Rusia, sehingga membuatnya gagal merebut Kyiv pada hari-hari pembukaan perang.

Sementara China menolak untuk mengutuk Rusia dan hingga kini tetap menjalin kemitraan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya