Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Genap Setahun, Ini Total Kerugian Perang Rusia dan Ukraina

JUMAT, 24 FEBRUARI 2023 | 19:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perang Rusia-Ukraina yang memasuki usia satu tahun pada Jumat (24/3) telah membawa dampak besar tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga seluruh dunia.

Konflik militer yang terus berlanjut hingga kini, telah memperburuk berbagai krisis global terutama di bidang keuangan dan pangan.

Mengutip CGTN News, berikut total kerugian yang tercatat sejak invasi dimulai pada 24 Februari 2022.


Korban Manusia

Kepala Penasihat Kantor Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak pada Desember tahun lalu mengungkap  jumlah tentara yang gugur di medan perang mencapai 13 ribu orang.

Sementara di pihak Rusia, berdasarkan laporan White House pada 17 Februari, tentara bayaran Wagner telah kehilangan personelnya hingga 30 ribu jiwa sejak invasi dimulai.

Menurut laporan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), sejak  24 Februari 2022 hingga 15 Februari 2023, tercatat korban sipil mencapai 21.293, dengan 8.006 tewas dan 13.287 orang lainnya luka-luka.

Di antara puluhan ribu korban, terdapat sedikitnya 487 anak-anak yang tewas dan 954 lainnya luka-luka.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Türk pada Selasa (21/2) mengatakan hampir 18 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan di tengah kekurangan listrik dan air selama bulan-bulan musim dingin, dan 14 juta orang memilih mengungsi ke negara lain.

Kerugian Ekonomi

Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil tahunan Ukraina menyusut sebesar 35 persen pada tahun 2022.

Persentase itu dinilai sebagai penurunan ekonomi paling tajam dalam lebih dari tiga dekade di Kyiv.

Sementara di pihak Rusia, IMF menyebut negara itu mengalami kontraksi ekonomi sebesar 2,1 persen pada tahun lalu, yang disinyalir karena pengaruh dari banyaknya sanksi Barat pada Moskow.

Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), memperkirakan bahwa ekonomi global akan merugi hingga 2,8 triliun dolar AS atau setara Rp 42.697 triliun jika perang terus berlanjut.

Krisis Biji-bijan

Rusia dan Ukraina merupakan produsen dan pengekspor biji-bijian utama dunia.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Ukraina menyumbang 9 persen dari pasar gandum dunia, 13 persen dari pasar jagung dan 11 persen dari pasar jelai.

Pada 2022, Ukraina mengatakan panen gandumnya telah berkurang sekitar 35 juta ton dari hasil panen di tahun sebelumnya.

Pengurangan produksi biji-bijian dan ekspor yang dibatasi akibat perang telah memberikan guncangan pangan bagi seluruh dunia.

Berdasarkan data Program Pangan Dunia (WFP), jumlah orang yang sekarang menghadapi kerawanan pangan akut telah melonjak menjadi 349 juta dari 287 juta pada 2021.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya