Berita

Ketua Komisi Eropa, Ursula Von Der Leyen/Net

Dunia

Von Der Leyen: Uni Eropa akan Tempuh Segala Cara untuk Pasok Amunisi ke Ukraina

MINGGU, 19 FEBRUARI 2023 | 12:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Komitmen Uni Eropa (UE) untuk terus memasok amunisi ke Ukraina tidak akan menghalangi kepentingan nasional jika setiap negara bersatu dan memenuhi kekurangan tersebut.

Begitu yang disampaikan oleh Ketua Komisi Eropa, Ursula Von Der Leyen dalam Konferensi Keamanan Munich di Jerman pada Sabtu (18/2).

Dalam pidatonya, Von der Leyen mengatakan fokus pada kepentingan nasional seringkali menghalangi kerja sama pertahanan yang lebih erat antara negara-negara Eropa.


Oleh sebab itu, ia menyarankan agar Uni Eropa bergabung dengan industri pertahanan blok tersebut guna mempercepat dan meningkatkan produksi amunisi yang sangat dibutuhkan Ukraina dan mengisi kembali persediaan di dalam negeri mereka.

"Kita dapat memikirkan, misalnya, perjanjian pembelian lanjutan yang memberi industri pertahanan kemungkinan untuk berinvestasi di jalur produksi sekarang agar lebih cepat dan untuk meningkatkan jumlah yang dapat mereka hasilkan,” jelasnya, seperti dimuat US News.

Von der Leyen yakin Uni Eropa mampu melakukan itu sama seperti apa yang dilakukannya selama pandemi dengan mempersiapkan produksi vaksin Covid-19 dalam skala besar.

"Kami melihat bahwa kami dapat memindahkan gunung di bawah tekanan, dan karena itu di sini juga," tegasnya.

Bersamaan dengan itu, Von der Leyen juga menekankan bahwa UE tidak boleh membuang banyak waktu untuk mengirim amunisi seperti peluru artileri 155 milimeter ke Ukraina.

Sebab dalam sehari, pasukan Kyiv menembakkan hingga 10 ribu peluru artileri per hari.

Para menteri luar negeri UE diperkirakan akan membahas gagasan pengadaan bersama peluru 155mm dalam pertemuan di Brussel pada Senin mendatang (20/2).

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya