Berita

Ketua KPU Hasyim Asyari usai menghadiri acara pelantikan Sekretaris Jenderal Bawaslu RI di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Bendungan Hilir, Jakarta Selatan, Jumat (17/2)/RMOL

Politik

Ketua KPU: Data Pemilih yang di Coklit Tak Ditutup-tutupi

JUMAT, 17 FEBRUARI 2023 | 20:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

RMOL. Data pemilih yang tengah dilakukan pencocokan atau coklit oleh panitia pemutakhiran data pemilih (pantarlih), dipastikan Komisi Pemilihan Umum (KPU), dibuka aksesnya untuk kebutuhan pengawasan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ketua KPU RI, Hasyim Asyari memastikan hal tersebut usai menghadiri acara pelantikan Sekretaris Jenderal Bawaslu RI di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Bendungan Hilir, Jakarta Selatan, Jumat (17/2).

“Kalau akses data Sidalih (sistem daftar pemilih) itu KPU memberikan akses kepada teman-teman Bawaslu,” ujar Hasyim.


Hasyim menjelaskan, nantinya akses data yang diberikan kepada Bawaslu bisa terdistribusi pula ke jajarannya di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Dan temanteman Bawaslu yang dilapangan, apapun tingkatannya kan bisa mengawasi Pemutakhiran Data Pemilih di lapangan. Enggak ada yang ditutup-tutupi,” sambungnya menegaskan.

Lebih lanjut, Hasyim mengakui bahwa data yang bisa diakses Bawaslu untuk keperluan pengawasan coklit oleh pantarlih memang tidak penuh. Hal itu, menurutnya untuk menjaga perlindungan data warga negara yang diatur dalam UU Kependudukan dan UU Perlindungan Data Pribadi.

“Itu juga harus kita jadikan pedoman juga. Tidak semua elemen data dalam kegiatan kepemiluan, terutama yang ada data pribadinya,” urainya.

“Seperti data untuk pemilih itu tidak semuanya dibuka. (Misal) Nomor Induk Kependudukan ini kan yang mengetahui yang bersangkutan,” demikian Hasyim menambahkan.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya