Berita

Bacapres Partai Nasdem, Anies Baswedan/Net

Politik

Anies Bisa jadi Pemecah Kebuntuan Stagnasi Koalisi Pilpres 2024

JUMAT, 17 FEBRUARI 2023 | 16:31 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemecah kebuntuan pembentukan koalisi Pilpres 2024 oleh partai politik (parpol) yang memiliki kursi di DPR, dinilai bisa teratasi dengan munculnya sosok Anies Baswedan.

Analisis itu disampaikan oleh Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/2).

“Saya pikir nama Anies punya daya tawar yang tinggi lantaran popularitas dan elektabilitasnya yang tetap di puncak,” ujar Jerry.


Bahkan, Jerry mengamati lini percakapan media sosial (Medsos) belakangan hari ini yang disesaki oleh wacana tentang Anies Baswedan.

“Ini bentuk dirinya unggul di Medsos sampai pemilih pemula dan milenial,” tuturnya.

Namun, melihat perkembangan manuver parpol-parpol parlemen yang kembali menjadi peserta Pemilu Serentak 2024, Jerry justru melihat ada stagnasi yang tengah terjadi.

Pasalnya, pakar komunikasi politik dari American Global University ini melihat belum ada kepastian dari kubu koalisi manapun yang sudah memenuhi ambang batas untuk mencalonkan capres-cawapres di Pilpres 2024.

Kubu yang sudah memenuhi syarat presidential threshold yakni Koalisi Perubahan yang diisi Nasdem, Demokrat dan PKS; Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berisi Golkar, PAN dan PPP; Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang diisi Gerindra dan PKB, serta PDI Perjuangan yang bisa mengusung sendiri calonnya.

Dalam konteks Anies sebagai pemecah stagnasi pembentukan koalisi Pilpres, Jerry melihat, bisa dijalankan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh dengan melakukan lobi-lobi politik ke kubu koalisi parpol lain.

“Kalau Surya Paloh bisa yakinkan KIB dan lainnya, bisa jadi ada gerbong besar mendukung Nasdem dan koleganya di Koalisi Perubahan. Kalau Paloh tidak berhasil, bisa lahir 4 capres dari 4 kubu koalisi,” demikian Jerry.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya