Berita

Benda asing yang diduga sebagai balon mata-mata China memasuki wilayah udara Taiwan pada 27September 2021/Net

Dunia

Sering Memasuki Wilayahnya, Taiwan Klaim Balon Mata-mata China Dikirim oleh Pasukan Roket PLA

SELASA, 14 FEBRUARI 2023 | 09:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah kehebohan atas kemunculan balon mata-mata China baru-baru ini dan tiga objek tak dikenal lainnya di Amerika Utara,  muncul pengakuan dari Taiwan bahwa mereka sangat sering mendapati itu terjadi di wilayah udaranya.

Seorang pejabat senior yang dikutip Financial Times pada Senin (13/2) mengatakan bahwa balon pengintai militer China telah sangat sering memasuki wilayah udara Taiwan, dengan yang terbaru terjadi hanya beberapa minggu lalu.

Sumber lain yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada surat kabar itu bahwa gangguan tersebut rata-rata terjadi sebulan sekali. Media itu juga mengutip pejabat Taiwan yang mengatakan bahwa balon buatan China terbang sekitar 20.000 kaki dan dimensi serta muatannya melebihi balon cuaca yang ditujukan untuk penerbangan di atas wilayah udara berdaulat.


Menurut seorang pejabat Taiwan, beberapa balon diluncurkan oleh Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), sementara yang lain dikirim oleh Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat.

Sebelumnya Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan mengonfirmasi pada Jumat (10/2), bahwa Angkatan Udara telah memantau empat balon yang terbang di atas Taiwan pada Februari dan Maret 2022.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya