Berita

Anies Baswedan/Net

Politik

Nasdem Tagih Demokrat dan PKS Umumkan Anies Sesuai Mekanisme Kepartaian

MINGGU, 12 FEBRUARI 2023 | 02:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hanya Partai Nasdem yang resmi mengumumkan calon presiden Anies Baswedan secara sah lewat mekanisme partai sesuai dengan AD/ART. Namun, hal itu tidak terjadi di PKS dan Demokrat.

Atas dasar itu, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali meminta agar PKS dan Demokrat tidak membicarakan calon wakil presiden terlebih dahulu sebelum syarat berkoalisi belum terpenuhi salah satunya mengumumkan pengusungan Anies Baswedan secara resmi lewat jalur musyawarah internal partai.

“Nasdem itu tidak mau terburu-buru, Nasdem meminta PKS dan Demokrat, ayo mari lengkapi itu syarat-syaratnya. Jadi, menetapkan Anies sebagai capres lewat mekanisme yang sah di partai, kalau itu sudah selesai duduk bersamalah, untuk membentuk koalisi itu,” kata Ahmad Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (11/2).


Oleh karenanya, menurut Ali, Koalisi Perubahan saat ini belum ada, lantaran syarat berkoalisi belum terpenuhi oleh PKS dan Demokrat.

Pasalnya, selama ini dari Demokrat, SBY sebagai majelis tinggi partai sama sekali belum memberikan statemen resmi mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Demikian halnya PKS, yang menyerahkan keputusan calon presiden kepada Majelis Syuro. Namun, Ketua Majelis Syuro Salim Segaf belum melontarkan pernyataan resminya dalam hal pengusungan Anies Baswedan.

Terlebih kedua partai politik itu belum mengambil keputusan atau musyarawah bersama di internal partai mereka secara resmi mengusung Anies Baswedan.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya