Berita

Ketua Umum GP Mania, Immanuel Ebenezer, saat pembubaran relawan GP Mania/RMOL

Publika

Sayonara Ganjar Pranowo

OLEH: HERU SUBAGIA
SABTU, 11 FEBRUARI 2023 | 03:57 WIB

KETUA GP Mania Immanuel Ebenezer saat ini sedang naik daun. Kabarnya sedang berpindah haluan dukungan politik pencapresannya. Sepertinya aktivis 98 tersebut sudah menemukan majikan baru yang siap mengakomodir kepentingan politiknya dan membikin bahagia.

Sayangnya, Noel lupa manuver politiknya akan berbuntut panjang dan akan diburu oleh ratusan Relawan dan ribuan simpatisan Ganjar Pranowo. Noel harusnya tidak menyakiti simpatisan Ganjar. Harusnya Noel meninggalkan Ganjar dan membubarkan relawannya  memakai akal pikiran dan adab pergaulan politik yang sopan.

Noel sudah melecehkan reputasi dan integritas Ganjar Pranowo. Ada oknum relawan melakukan pelepasan foto Ganjar Pranowo yang terpampang di dinding ruangan, dipaksa ditarik hingga robek saat acara pembubaran Relawan Ganjar Pranowo Mania.


Aksi pembubaran relawan Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Nasib apes sedang menimpa Ganjar Pranowo. Dari awal Februari ini, setidaknya ada dua guncangan politik yang ditujukan pada Ganjar Pranowo.

Ganjar terus digoreng dan menimbulkan bau tidak sedap mengakibatkan kerugian secara pribadi dan politik. Pelaku politik melakukan sabotase elektabilitas dan menjatuhkan reputasi Ganjar yang pelakunya adalah organ relawan yang notabenenya pada periode sebelumnya adalah relawan pendukung Jokowi di Pilpres 2019-2024 yaitu Gabungan Relawan Pendukung Jokowi dan Relawan Jokowi Mania.

Ganjar Pranowo dibunuh melalui operasi khusus melalui  jejaring barisan Relawan Jokowi. Jika itu benar berarti  ada yang membiayai dan merancang skenario eksekusi di lapangan. Mereka akan melakukan operasi khusus untuk menggagalkan pencapresan Ganjar di Pilpres 2024.

Dipilah berbagai opsi skenario politik 2024 dari level biasa sampai level rumit dan berjenjang. Sepertinya Noel dan Ketua Projo Budi Arie sama-sama balik arah mendukung Prabowo Subianto. Puluhan relawan Jokowi mengelar Musra dan banyak memenangkan Prabowo Subianto di kandang Banteng.

Provensi Jateng dan DIY dam Musra yang digelar di awal tahun 2024 nama Ganjar Pranowo harus tumbang oleh Pranowo Subianto. Padahal Provinsi Jateng adakah kantong suara pemilih Ganjar saat dua kali Pilgub.  

Aksi pembubaran GP Mania, karena Ganjar tidak selevel Jokowi. Artinya Noel telah merendahkan intelektualitas Ganjar yang dikatakan miskin gagasan.

Dua kejadian politik gerakan relawan Jokowi bisa disebutkan ada urutan dan rentetan berupa hasil akhir bermuara pada menjebloskan nama Ganjar dan menjauhkan Ganjar dari Jokowi. Dua relawan Jokowi tersebut bisa dikatakan sedang memaksa Ganjar untuk mundur atau dimusnahkan dari pengaruh dan bayang-bayang  Jokowi.

Jokowi sadar harus melakukan shifting dukungan secara landai dari Ganjar ke capres lain dan terindikasi Prabowo pilihannya. Jokowi sadar untuk menjaga diri dari kemarahan pendukung tulen Ganjar.

Melalui tangan relawan Jokowi tersebut operasi politik menjauhkan dukungan dan pengaruhnya ke Ganjar dilakukan secara sistematis dan gradual. Ganjar perlahan namun pasti akan menjadi capres yang lumpuh yang ditinggalkannya oleh para elite politik dan juga relawan dan simpatisannya terutama mantan relawan dan patron politik Jokowi.

Saat ini opini publik sedang diolah untuk menggeser kemesraan Ganjar dan Jokowi.

Mencermati konstelasi politik saat ini, atmosfer politik sedang menguntungkan kubu Prabowo, kemungkinan besar relawan Jokowi sudah mantap hijrah mendukung Prabowo dan meninggalkan Ganjar Pranowo.

Sayonara Ganjar Pranowo. Akan tersisa relawan setia yang akan mendukung dan berjuang sampai titik darah penghabisan.

Penulis adalah Ketua Umum Relawan Ganjar Pranowo

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya